PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | Al Hilal kembali berada di garis depan persaingan gelar Saudi Pro League menjelang pekan akhir musim. Tim yang dipimpin oleh pelatih Italia Simone Inzaghi ini menempati posisi kedua dengan 74 poin, hanya lima poin di belakang pemimpin Al Nassr. Keberhasilan terbaru mereka, kemenangan 3-0 atas Al Hazem, menambah tekanan pada sang juara dan memperkuat harapan untuk menutup jarak dalam tiga pekan tersisa.
Jadwal penting berikutnya bagi Al Hilal adalah pertemuan melawan Al Khaleej pada 5 Mei 2026 di Prince Mohamed bin Fahd Stadium, Dammam. Lawan mereka, yang saat ini berada di posisi tengah klasemen, baru saja mengumpulkan dua kemenangan beruntun, termasuk kemenangan 2-0 di kandang Damac FC berkat dua gol Joshua King. Namun catatan historis menunjukkan dominasi Al Hilal, dengan empat kemenangan dari lima pertemuan terakhir, termasuk kemenangan tipis 3-2 pada laga sebelumnya.
Statistik menyerang Al Hilal menjadi senjata utama. Tim telah mencatat 79 gol dan hanya 25 kebobolan selama kompetisi, menempatkan mereka di puncak tabel serangan. Penyerangan mereka dipimpin oleh tiga bintang: Karim Benzema, yang mencetak sembilan gol dalam lima penampilan terakhir termasuk gol pembuka melawan Al Hazem; Marcos Leonardo, yang menambah dua gol dalam laga tersebut; serta Ruben Neves yang menutup dengan penalti di menit akhir. Selain itu, Malcom memberikan kontribusi penting dari sayap kanan, sementara Sergej Milinkovic‑Savic mengendalikan lini tengah dengan fisik dan visi permainan.
Di sisi pertahanan, Al Hilal tetap solid meski harus menahan absennya pemain kunci seperti Kalidou Koulibaly karena cedera. Saimon Bouabre diragukan karena masalah otot, namun Inzaghi dapat mengandalkan formasi 4-3-3 yang fleksibel, dengan bek tengah yang digantikan oleh pemain cadangan yang telah menunjukkan performa baik pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Al Khaleej, di bawah asuhan Gustavo Poyet, berjuang menyeimbangkan antara pertahanan dan serangan. Mereka mencatat 51 gol namun kebobolan 48, menandakan ketidakstabilan di lini belakang. Pemain seperti Joshua King dan Kostas Fortounis menjadi ancaman utama bagi Al Hilal, dengan King mencetak 18 gol musim ini dan Fortounis berada di urutan kedua dalam daftar assist liga.
Jika dilihat dari perspektif klasemen, Al Hilal harus mengumpulkan poin maksimal dalam empat pertandingan tersisa untuk mengamankan gelar. Berikut rekap singkat posisi liga saat ini:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Al Nassr | 79 |
| 2 | Al Hilal | 74 |
| 3 | Al Ittihad | 68 |
| 4 | Al Qadsiah | 66 |
Selain pertandingan melawan Al Khaleej, agenda penting berikutnya bagi Al Hilal adalah konfrontasi langsung dengan Al Nassr pada 12 Mei. Kemenangan di kedua laga tersebut akan memberi keunggulan taktis dan moral yang signifikan.
Para pengamat menilai bahwa keberhasilan Al Hilal tidak hanya bergantung pada kemampuan bintang individual, melainkan pada kedalaman skuad dan kemampuan Inzaghi mengatur rotasi pemain. “Jika ada Malcom, ada Karim; jika Karim tidak ada, ada Marcos. Tim ini tidak hanya mengandalkan tiga orang, melainkan sebuah unit yang solid,” ujar Malcom setelah kemenangan melawan Al Hazem.
Dengan semangat yang terus terjaga, Al Hilal menatap akhir musim dengan keyakinan tinggi. Kemenangan melawan Al Khaleej tidak hanya akan menambah tiga poin penting, namun juga memperkecil jarak dengan Al Nassr, membuka peluang besar untuk merebut gelar pertama sejak 2024.
