Gubernur Khofifah Menangis Haru di Hardiknas Mojokerto: Siswa Sekolah Rakyat Pukau dengan pidato lima bahasa

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Mei 2026 | Sabtu, 2 Mei 2026, provinsi Jawa Timur merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan cara yang berbeda di Mojokerto. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memilih untuk hadir bersama para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dari 15 kabupaten di wilayah itu. Sebanyak lima puluh siswa, yang baru menempuh sembilan bulan belajar di sekolah rakyat, tampil dalam serangkaian pertunjukan yang menonjolkan kemampuan akademik, seni, dan bahasa.

Puncak acara terjadi ketika para siswa memulai sesi pidato dalam lima bahasa sekaligus: Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Jerman. Setiap bahasa dipilih untuk menunjukkan keberagaman linguistik yang dapat dicapai oleh anak‑anak yang biasanya kurang mendapat kesempatan pendidikan formal. Ketika siswa pertama mengucapkan sambutan dalam Bahasa Indonesia, diikuti oleh terjemahan yang lancar dalam Bahasa Arab, penonton terdiam menyimak. Selanjutnya, mereka melanjutkan dengan Bahasa Inggris, Jepang, dan Jerman tanpa ragu.

Baca juga:

Gubernur Khofifah tidak dapat menahan emosinya. Di sela‑sela sesi, air mata mengalir di pipinya saat menyaksikan kepercayaan diri dan kefasihan para peserta. “Saya sudah surprise sejak awal datang. Dalam waktu sembilan bulan, anak‑anak ini mampu tampil percaya diri dan menyampaikan pidato dalam lima bahasa. Ini capaian yang sangat membanggakan,” ujarnya dengan suara bergetar. Reaksinya menjadi simbol harapan bagi seluruh tenaga pendidik dan kebijakan pemerintah yang mendukung program pendidikan inklusif.

Setelah pidato, suasana menjadi lebih hangat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” bersama. Khofifah memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur, sekaligus menegaskan pentingnya peran keluarga, guru, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Ia menambahkan, “Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan sekolah atau keluarga, tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Saya minta anak‑anak ini diundang untuk tampil di Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur pada 4 Mei mendatang. Ini harus menjadi inspirasi.”

Baca juga:

Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur berfokus pada penyediaan pendidikan dasar yang terjangkau dan berkualitas bagi anak‑anak yang berada di daerah terpencil atau miskin. Model pembelajaran mengintegrasikan kurikulum standar nasional dengan pendekatan berbasis proyek, serta menekankan pada kemampuan bahasa asing sejak dini. Hasil dari program ini kini terlihat jelas melalui prestasi para siswa di Hardiknas Mojokerto.

  • Bahasa Indonesia – menguasai struktur kalimat baku dan retorika nasional.
  • Bahasa Arab – menampilkan kefasihan dalam bacaan Al‑Qur’an dan percakapan sehari‑hari.
  • Bahasa Inggris – menyampaikan argumen logis dengan aksen yang dapat dipahami.
  • Bahasa Jepang – menampilkan kemampuan membaca hiragana dan katakana.
  • Bahasa Jerman – menunjukkan penguasaan kosakata teknis sederhana.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa investasi pada pendidikan dasar dapat menghasilkan dampak yang signifikan dalam waktu singkat. Para ahli pendidikan menilai bahwa eksposur dini terhadap bahasa asing meningkatkan kemampuan kognitif, memori, dan kreativitas anak. Selain itu, program ini juga memberikan perhatian pada aspek fisik dan kesehatan, memastikan setiap siswa mendapatkan nutrisi yang cukup dan kegiatan olahraga teratur.

Baca juga:

Menutup acara, Khofifah menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperluas jaringan Sekolah Rakyat ke lebih banyak kabupaten, serta meningkatkan kualitas pelatihan guru. Ia berharap contoh dari Mojokerto dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Dengan semangat yang sama, Hardiknas 2026 diharapkan akan menjadi momentum bagi transformasi pendidikan nasional yang lebih inklusif dan inovatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *