UNM & Mandiri Taspen Luncurkan IEP 3+1: Jalur Cepat Mahasiswa Siap Kerja di Era Digital

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Universitas Nusa Mandiri (UNM) resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Mandiri Taspen untuk memperkenalkan program IEP 3+1, sebuah inisiatif pendidikan‑kerja yang dirancang khusus bagi mahasiswa agar siap bersaing di pasar kerja yang semakin digital. Program ini menggabungkan tiga semester pembelajaran berbasis proyek di kampus dengan satu semester magang terstruktur di perusahaan mitra, termasuk Mandiri Taspen, sehingga lulusan tidak hanya menguasai teori tetapi juga memperoleh pengalaman praktis yang relevan.

Langkah ini sejalan dengan visi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis yang terus berinovasi dalam metode pembelajaran. Sebelumnya, UNM telah menekankan pentingnya peralihan peran mahasiswa dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta solusi digital melalui pendekatan project‑based learning. Kini, IEP 3+1 menjadi kelanjutan nyata dari strategi tersebut, memberikan jalur terintegrasi antara akademik, riset, dan dunia industri.

Baca juga:

Program IEP 3+1 menawarkan empat komponen utama:

  • Pembelajaran berbasis proyek: Mahasiswa menyelesaikan proyek nyata yang menjawab kebutuhan industri, dibimbing oleh dosen dan praktisi.
  • Pelatihan digital intensif: Kursus singkat tentang pengembangan aplikasi, analisis data, dan keamanan siber diselenggarakan secara reguler.
  • Beasiswa SNBP khusus: Bagi peserta yang memenuhi kriteria prestasi, UNM memberikan beasiswa hingga 100% biaya kuliah per semester, termasuk pembebasan SSP, sebagai dukungan tambahan.
  • Magang 1 semester di Mandiri Taspen: Mahasiswa ditempatkan pada unit bisnis yang relevan, mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam proyek korporat nyata.

Kepala Program Studi Informatika UNM, Arfhan Prasetyo, menegaskan bahwa IEP 3+1 tidak sekadar menambah jam magang, melainkan menciptakan ekosistem pembelajaran yang menyatukan teori, praktik, dan inovasi. “Kami ingin lulusan tidak hanya paham teknologi, tetapi mampu menciptakan produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perusahaan,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin (27/4/2026).

Sementara itu, Bryan Givan, Kepala Kampus UNM Jatiwaringin, menambahkan bahwa beasiswa SNBP yang terintegrasi dalam IEP 3+1 menjadi solusi bagi mahasiswa berprestasi yang belum berhasil masuk PTN. “Beasiswa ini memastikan bahwa faktor biaya tidak menjadi penghalang bagi talenta muda untuk mengakses pendidikan berkualitas dan pengalaman kerja yang relevan,” jelasnya.

Baca juga:

Mandiri Taspen, sebagai perusahaan BUMN yang berfokus pada layanan pensiun dan keuangan, melihat IEP 3+1 sebagai peluang strategis untuk memperkuat talent pipeline. Direktur Pengembangan SDM Mandiri Taspen, Siti Nurhaliza, menyatakan, “Kerjasama ini memungkinkan kami mengakses calon profesional yang sudah terlatih dalam teknologi digital, mempercepat transformasi digital internal kami.”

Program ini dibuka untuk pendaftaran mulai 1 Maret 2026 hingga 30 April 2026. Calon peserta diharapkan memiliki ijazah SMA/SMK/MA, minimal IPK 3,00, dan menunjukkan motivasi kuat untuk berkarir di bidang teknologi maupun manajemen keuangan. Seleksi meliputi tes tertulis, wawancara, serta penilaian portofolio proyek digital yang pernah dikerjakan.

Dengan kombinasi beasiswa, pelatihan digital, dan magang di Mandiri Taspen, IEP 3+1 diharapkan menjadi model pembelajaran yang dapat direplikasi oleh institusi lain. UNM menargetkan bahwa dalam tiga tahun pertama, minimal 500 mahasiswa akan menyelesaikan program ini, dengan tingkat penyerapan kerja di atas 90%.

Baca juga:

Keberhasilan IEP 3+1 tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan UNM, tetapi juga memperkuat ekosistem inovasi nasional. Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan industri, Indonesia dapat menyiapkan generasi digital yang siap menghadapi tantangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *