PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Mei 2026 | Rabu (3 Mei 2026) LASK Linz mencatat sejarah baru dalam sepak bola Austria setelah mengalahkan Altach dengan skor 4-2 pada perpanjangan waktu di final Piala Austria. Penampilan menonjol Moses Usor, yang mencetak gol penyama pada menit ke-11, menegaskan peran vital pemain Nigeria dalam keberhasilan klub tersebut.
Usor, yang telah menorehkan 14 gol dalam musim ini, mencetak gol ketiganya secara beruntun, memperkuat reputasinya sebagai penyerang yang konsisten. Golnya tidak hanya memberikan keunggulan bagi LASK, tetapi juga menandai akhir dari penantian 61 tahun bagi klub untuk meraih trofi pertama di kompetisi domestik utama sejak didirikan pada tahun 1908.
Keberhasilan LASK Linz ini menjadi bagian dari tren positif pemain Nigeria yang beraksi di berbagai liga Eropa pada akhir pekan. Zaidu Sanusi dan Terem Moffi bersama FC Porto berhasil mengukir gelar Primeira Liga, sementara Victor Osimhen memberikan assist penting meski timnya Galatasaray harus menelan kekalahan 4-1 di Liga Super Turki. Di Jerman, Nathan Tella mencetak gol dan memberikan assist untuk Bayer Leverkusen, membantu timnya mengukir kemenangan 4-1 atas RB Leipzig.
Berikut rangkuman pencapaian utama pemain Nigeria di Eropa pada pekan ini:
- Zaidu Sanusi (Porto) – Liga Portugal juara, 1 gol dan 1 assist dalam 17 pertandingan.
- Terem Moffi (Porto) – Liga Portugal juara, 1 gol dan 1 assist dalam 9 pertandingan.
- Victor Osimhen (Galatasaray) – 5 assist di Liga Super Turki, walau tim kalah.
- Nathan Tella (Bayer Leverkusen) – 1 gol, 1 assist di Bundesliga.
- Kelechi Iheanacho (Celtic) – Gol penentu dalam kemenangan 2-0 melawan Hibernian.
Keberhasilan LASK Linz juga menyoroti peran penting klub Austria dalam menyediakan platform bagi talenta luar negeri, khususnya pemain Afrika, untuk berkembang. Usor, yang bergabung pada musim panas lalu, telah menunjukkan adaptasi cepat dengan gaya permainan Austria yang menuntut kecepatan dan ketajaman di depan gawang.
Sementara LASK merayakan trofi, klub lain di Austria juga menyiapkan diri untuk kompetisi Eropa. Dengan kemenangan ini, LASK berhak melaju ke Liga Europa, memberi kesempatan lebih luas bagi pemainnya untuk menampilkan kualitas di panggung internasional.
Di sisi lain, perjuangan tim lain seperti Pisa yang terdegradasi dari Serie A menambah kontras dalam dinamika sepak bola Eropa. Pemain Nigeria seperti Ebenezer Akinsanmiro dan Rafiu Durosinmi harus kembali menilai karier mereka setelah kegagalan tim.
Secara keseluruhan, akhir pekan ini menegaskan bahwa pemain Nigeria tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga kontributor penting dalam kemenangan tim, baik di liga domestik maupun kompetisi piala. LASK Linz menjadi contoh nyata bagaimana kombinasi taktik, manajemen klub, dan kualitas individu dapat menghasilkan hasil yang gemilang.
Ke depan, LASK Linz akan menghadapi tantangan di kompetisi Eropa, sementara para pemain Nigeria lainnya diharapkan terus mengukir prestasi di liga masing-masing, menambah kebanggaan bagi para pendukung dan memperkuat reputasi Afrika di panggung sepak bola internasional.
