PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Mei 2026 | Pertandingan babak kedua Eastern Conference semifinals antara Philadelphia 76ers dan New York Knicks menjadi sorotan utama setelah hasil gemilang 137-98 untuk Knicks di Game 1. Kemenangan dengan selisih 39 poin tidak hanya menandai rekor ketiga kemenangan beruntun Knicks dengan selisih minimal 25 poin, tetapi juga memaksa 76ers untuk melakukan penyesuaian taktis secara menyeluruh.
Jalen Brunson menjadi pusat perhatian. Guard asal New York mencetak 35 poin dengan tembakan 12-of-18, termasuk tiga tiga‑point. Brunson memanfaatkan layar‑layar yang dipasang rekan-rekannya, terutama dalam skema pick‑and‑roll yang menekan pertahanan dalam, khususnya Joel Embiid. Statistik NBA menunjukkan Brunson menghasilkan 9 poin ketika VJ Edgecombe menjadi penjaga terdekat, dan 8 poin melawan Embiid.
Di pihak Philadelphia, pelatih kepala Nick Nurse harus menghadapi tragedi pribadi. Setelah Game 1, Nurse meninggalkan tim untuk menghadiri pemakaman saudara laki-lakinya di Iowa, meninggalkan asisten melanjutkan kepemimpinan pada Game 2. Kedua tim mengucapkan belasungkawa, dan pelatih Knicks Mike Brown menekankan pentingnya menghargai kehidupan di tengah kompetisi.
Kelompok pemain Sixers juga mengakui kebutuhan untuk memperbaiki eksekusi. Kelly Oubre Jr. menepis leluconnya tentang “kepala besar” Brunson, namun menegaskan bahwa penyesuaian defensif diperlukan. Oubre, yang pernah mengawal Brunson pada babak pertama 2024, mencatat bahwa Brunson menembak 53,8% ketika dia mengawalnya, menandakan potensi perbaikan bila pertahanan dapat menutup ruang tembak.
Statistik individu 76ers di Game 1 juga mengkhawatirkan. Joel Embiid hanya mencetak 14 poin dengan tembakan 3-of-11, sementara Tyrese Maxey menambah 13 poin dari 3-of-9. Kombinasi keduanya biasanya menghasilkan hampir 55 poin per pertandingan pada seri melawan Boston Celtics, menandakan penurunan performa yang signifikan.
Untuk Game 2, pelatih 76ers mengidentifikasi tiga area utama yang harus diperbaiki:
- Pertahanan perimeter: Memperketat jarak pada Brunson, mengurangi efektivitas layar, dan memaksa pick‑and‑roll yang lebih sulit.
- Eksekusi di dalam paint: Membatasi penetrasi Embiid dengan bantuan rotasi cepat, serta meningkatkan peluang second‑chance.
- Kontribusi scoring: Memanfaatkan VJ Edgecombe dan pemain cadangan lainnya untuk menambah poin, mengurangi beban Maxey.
VJ Edgecombe, yang pada musim reguler berhasil menahan Brunson menjadi 8-of-24, mengakui bahwa ia harus meningkatkan kemampuan mengantisipasi layar dan menjaga kecepatan. “Saya harus bermain lebih keras, melawan setiap screen, dan memastikan saya tidak terperangkap,” ujarnya menjelang pertandingan.
Sejarah menambah tekanan pada Knicks. Tim yang berada di posisi seed ketiga ini sedang menorehkan performa historis, menjadi tim pertama yang mencatat tiga kemenangan berurutan dengan selisih minimal 25 poin di playoff NBA. Namun, mereka tetap harus waspada karena 76ers pernah bangkit dari defisit 3-1 melawan Celtics, menunjukkan kemampuan mental yang kuat.
Analisis para pakar memperkirakan bahwa jika 76ers dapat meningkatkan efisiensi tembakan luar dan menurunkan rasio turnover, mereka memiliki peluang untuk memperkecil selisih pada Game 2. Sementara itu, Brunson diprediksi akan tetap menjadi ancaman utama, terutama bila Knicks berhasil mengeksekusi layar‑layar yang tepat.
Dengan kondisi emosional pelatih Nurse yang kembali ke lapangan pada malam Selasa, dan tekanan untuk menghentikan tren kebobolan, Game 2 antara 76ers vs Knicks dijanjikan menjadi pertarungan taktis yang ketat. Semua mata akan tertuju pada apakah Sixers dapat menyesuaikan pertahanan mereka, mengembalikan produksi Embiid, dan mengurangi keunggulan poin Knicks yang kini memimpin seri 1-0.
