Prancis Tolak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Kapal Induk Siap Lancarkan Operasi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Mei 2026 | Prancis telah memutuskan untuk tidak bergabung dengan operasi militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Sebaliknya, Prancis memilih untuk melancarkan operasi gabungan dengan Inggris untuk memulihkan keamanan maritim di wilayah tersebut.

Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, telah bergerak menuju Laut Merah sebagai persiapan untuk kemungkinan misi gabungan Prancis-Inggris di Selat Hormuz. Pengerahan ini menempatkan kapal perang paling kuat di Eropa lebih dekat ke selat yang penutupan efektifnya telah menjadi simbol utama perang di Iran.

Baca juga:

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengumumkan bahwa misi ini berbeda dari operasi AS "Project Freedom" yang dimulai pada Senin (4/5), namun dihentikan sementara oleh Presiden Donald Trump pada Selasa (5/5) malam. Macron juga menyerukan kepada semua pihak untuk segera dan tanpa syarat mencabut blokade Selat Hormuz.

Sebuah kapal milik perusahaan Prancis, CMA CGM San Antonio, menjadi target serangan di Selat Hormuz, yang mengakibatkan cedera pada beberapa awak kapal dan memicu kerusakan pada kapal. Perusahaan pelayaran CMA CGM melaporkan bahwa serangan terjadi pada Selasa (5/5) waktu setempat.

Baca juga:

Macron juga mengatakan bahwa ia telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menawarkan kepadanya rencana Prancis-Inggris membentuk misi internasional untuk keamanan di Selat Hormuz. Misi multinasional ini dapat membantu memulihkan kepercayaan di antara pemilik kapal dan perusahaan asuransi.

Kesimpulan, Prancis telah memutuskan untuk melancarkan operasi gabungan dengan Inggris untuk memulihkan keamanan maritim di Selat Hormuz, bukan bergabung dengan operasi militer AS. Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, telah bergerak menuju Laut Merah sebagai persiapan untuk kemungkinan misi gabungan.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *