Pemerintah Siapkan Pengganti LPG 3 Kg, Akankah DME dan CNG Menjadi Jawaban?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Pemerintah saat ini sedang menyiapkan pengganti LPG 3 kilogram (kg) dengan dua proyek besar, yaitu proyek batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) dan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung gas 3 kg. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pengembangan kedua proyek tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi impor LPG Indonesia.

Saat ini, impor LPG Indonesia mencapai sekitar 7 juta ton per tahunnya, yang memerlukan devisa sebesar Rp 130 sampai Rp 140 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 80 triliun hingga Rp 87 triliun merupakan subsidi yang ditanggung oleh pemerintah. Bahlil menjelaskan bahwa dengan mengurangi impor LPG, pemerintah dapat menghemat devisa dan mengurangi subsidi.

Baca juga:

Proyek DME bukanlah proyek baru, karena sudah lama direncanakan namun belum juga jalan. Namun, di pemerintahan Presiden Prabowo, proyek DME bakal mulai jalan. Hal ini ditandai dengan telah dilakukan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II senilai Rp 116 triliun, yang salah satunya adalah pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim (Sumatera Selatan).

Presiden Prabowo menyatakan bahwa hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa proyek hilirisasi tidak instan karena fondasinya telah dipupuk oleh presiden-presiden sebelumnya. Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memperkuat pondasi yang sudah dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu.

Baca juga:

DME memiliki kesamaan baik sifat kimia maupun fisika dengan LPG, sehingga dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada sekarang, seperti tabung, storage, dan handling eksisting. DME memiliki kandungan panas (calorific value) sebesar 7.749 Kcal/Kg, sementara kandungan panas LPG senilai 12.076 Kcal/Kg. Kendati begitu, DME memiliki massa jenis yang lebih tinggi sehingga kalau dalam perbandingan kalori antara DME dengan LPG sekitar 1 berbanding 1,6.

Pemilihan DME untuk substitusi sumber energi juga mempertimbangkan dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20%. Di samping itu, kualitas nyala api yang dihasilkan DME lebih biru dan stabil, tidak menghasilkan partikulat matter (pm) dan NOx, serta tidak mengandung sulfur.

Baca juga:

Pemanfaatan Compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti LPG sedang diuji coba pada penggunaan tabung ukuran 3 kilogram sebelum diimplementasikan secara luas ke masyarakat. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat mengurangi impor LPG dan menghemat devisa.

Kesimpulan dari rencana pemerintah untuk mengganti LPG 3 kg dengan DME dan CNG adalah upaya untuk mengurangi impor LPG dan menghemat devisa. Dengan menggunakan DME dan CNG, pemerintah berharap dapat mengurangi subsidi dan meningkatkan efisiensi energi. Namun, masih perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan kelayakan penggunaan DME dan CNG sebagai pengganti LPG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *