PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Teheran membantah isu transfer uranium ke luar negeri dan menegaskan fokus pada penghentian permusuhan. Dunia internasional dan pasar global tengah menanti keputusan Teheran dalam merespons tawaran kesepakatan damai dari Amerika Serikat (AS). AS telah mengajukan tawaran kesepakatan terbaru untuk mengakhiri perang di Timur Tengah serta membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengonfirmasi bahwa proposal dari AS saat ini masih dalam tahap pengkajian. Presiden AS Donald Trump menunjukkan optimisme meski tetap menyelipkan peringatan keras kepada Teheran. Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran telah berlangsung secara positif dan sangat mungkin akan mencapai kesepakatan.
Namun, Trump tetap mengancam bahwa AS akan kembali melakukan pengeboman jika Iran menolak tuntutan Washington. Sebelumnya, Trump disebut tengah menyederhanakan sejumlah isu dalam perundingan damai agar Iran bisa kembali ke meja negosiasi. Gedung Putih menerima laporan positif dari mediator Pakistan bahwa pihak Iran mulai bergerak ke arah kompromi.
Rancangan dokumen satu halaman yang menjadi inti pembicaraan disebut akan menyatakan berakhirnya perang, sekaligus membuka periode negosiasi selama 30 hari untuk menyelesaikan isu-isu krusial seperti program nuklir, pembekuan aset Iran, serta masa depan keamanan di Selat Hormuz. Rancangan tersebut juga memuat usulan moratorium atau penangguhan pengayaan uranium lebih dari 10 tahun.
Iran juga diminta mengirim stok uranium yang telah diperkaya tinggi ke luar negeri, meski detail teknisnya masih dinegosiasikan. Menurut seorang sumber yang mengetahui isi pembahasan internal, terdapat rancangan dokumen satu halaman yang menjadi inti pembicaraan. Dokumen itu disebut akan menyatakan berakhirnya perang, sekaligus membuka periode negosiasi selama 30 hari untuk menyelesaikan isu-isu krusial.
Kesimpulan dari perkembangan terkini ini menunjukkan bahwa Teheran dan Washington masih berada dalam proses perundingan yang kompleks dan penuh tekanan. Dengan masih adanya ketidakpastian dan ancaman, dunia internasional tetap waspada terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.
