PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Mei 2026 | Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah (Jateng) secara resmi menutup Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati. Penutupan ini dilakukan setelah adanya kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pendiri ponpes tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, penutupan ponpes ini adalah langkah yang tepat. Ema menekankan bahwa penutupan ponpes harus diiringi dengan solusi bagi para santri/santriwati di sana, terutama dalam hal pendidikan.
Seluruh santri yang berjumlah 252 orang telah dipulangkan ke orang tua masing-masing dan akan dipindahkan ke pondok pesantren lain di sekitar. Pembelajaran yang masih berlangsung di lingkungan ponpes hanya kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang melangsungkan ujian dengan dititipkan rumah ustadz pengajar Ponpes Ndholo Kusumo selama sepekan.
Kemenag Pati kini fokus melakukan mitigasi terhadap ratusan santri yang sebelumnya tinggal di asrama pesantren. Langkah ini dilakukan agar para santri tetap mendapatkan tempat tinggal dan pendidikan yang layak setelah penutupan pondok.
Penutupan Ponpes Ndholo Kusumo ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penyelesaian kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pendiri ponpes tersebut. Kepolisian diharapkan dapat melakukan pengusutan secara tuntas dan menindak tegas pelaku kekerasan seksual.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk selalu menjaga dan melindungi anak-anak dari kekerasan dan pelecehan. Pendidikan anak-anak tidak boleh terputus dan harus dipastikan mereka dipindahkan ke tempat yang aman.
Dalam kesimpulan, penutupan Ponpes Ndholo Kusumo Pati adalah langkah yang tepat dalam menyelesaikan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pendiri ponpes tersebut. Penutupan ini diharapkan dapat menjadi awal dari upaya perlindungan anak-anak dan penyelesaian kasus kekerasan seksual di Jawa Tengah.
