Kapolri Lakukan Mutasi Besar-Besaran, 9 Kapolda Digeser dan 108 Pati dan Pamen Berganti Jabatan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Mei 2026 | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan rotasi dan mutasi jabatan besar-besaran pada Mei 2026. Sebanyak 108 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) mengalami pergeseran jabatan, termasuk 9 kepala kepolisian daerah (kapolda) yang digeser.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri. "Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karir, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis," ujar Irjen Pol. Johnny.

Baca juga:

Dalam mutasi kali ini, tercatat sebanyak 108 personel mengalami pergeseran jabatan yang terdiri atas promosi, pergeseran jabatan setara (flat), selesai pendidikan, hingga memasuki masa pensiun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 personel masuk dalam kategori promosi dan flat jabatan.

Mutasi meliputi sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun kewilayahan. Johnny berharap pergantian jabatan di lingkungan Polri dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. "Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya.

Baca juga:

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penegakan hukum Polri harus dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan hati nurani demi menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Wakapolri juga menekankan konsep O2H sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan penegakan hukum. "Polri harus bekerja dengan melibatkan O2H, yaitu otak, otot, dan terutama hati dalam nurani hukum," tegas Wakapolri.

Baca juga:

Dalam kesimpulan, mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Kapolri merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan pelayanan Polri kepada masyarakat. Dengan pergeseran jabatan yang strategis, diharapkan Polri dapat menjadi lebih adaptif, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *