PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Mei 2026 | Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan melaksanakan reformasi birokrasi dan menerapkan manajemen talenta yang lebih efektif.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menerapkan manajemen talenta ASN secara matang dan terukur berbasis digitalisasi. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Pemerintah Kota Makassar yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Munafri menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta Pemkot Makassar bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan ASN ditempatkan sesuai kompetensi dan kapasitasnya. "Pemkot Makassar menginginkan pola penjenjangan karier ASN yang jelas, transparan, dan akuntabel. Seluruh ASN harus duduk pada posisi yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki," katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga memutuskan untuk menghapus guru non-ASN pada akhir tahun 2026. Keputusan ini diharapkan dapat menciptakan sistem kepegawaian guru yang lebih sederhana dan tertata. Namun, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian meminta pelaksanaan kebijakan dilakukan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru di sektor pendidikan.
Hetifah menekankan bahwa keberadaan sekitar 1,6 juta guru non-ASN selama ini memegang peranan penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan daerah dengan keterbatasan tenaga pengajar. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan rekrutmen ASN secara besar-besaran dan berkelanjutan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
Sementara itu, gaji ke-13 ASN, Polri, dan TNI tahun 2026 diprediksi akan cair pada bulan Juni. Pencairan gaji ke-13 ini akan dibayarkan paling cepat pada pertengahan tahun 2026, namun tidak menutup kemungkinan pencairannya baru dilakukan setelah bulan Juni.
Dalam rangka meningkatkan kualitas ASN, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp 724,3 triliun untuk tahun 2025. Anggaran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan ASN yang lebih kompeten dan profesional.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas ASN, termasuk melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi ASN.
Oleh karena itu, pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas ASN melalui berbagai strategi, termasuk reformasi birokrasi, manajemen talenta, dan peningkatan kualitas pendidikan. Dengan demikian, diharapkan ASN dapat menjadi lebih kompeten, profesional, dan efektif dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
