Purbaya Tunda Aktivasi Bond Stabilization Fund, Fokus Stabilkan Pasar Obligasi dengan Kas dan SAL

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menunda pengaktifan Bond Stabilization Fund (BSF) dan memilih memanfaatkan kas pemerintah serta Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menjaga stabilitas pasar obligasi.

Menurut Purbaya, dana stabilisasi obligasi atau BSF didesain untuk menjadi penyangga ketika terjadi krisis. Namun, saat ini Indonesia tidak dalam kondisi krisis ekonomi.

Baca juga:

Purbaya menjelaskan bahwa langkah stabilisasi yang diambil saat ini tidak akan melibatkan lembaga maupun institusi lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau Indonesia Investment Authority (INA). Sebagai gantinya, intervensi di pasar sekunder murni akan mengandalkan kekuatan internal perbendaharaan negara.

Untuk menstabilkan harga obligasi, Purbaya bakal mengoptimalkan seluruh instrumen yang ada, termasuk manajemen kas serta SAL. Dia menilai kedua instrumen itu sudah cukup untuk mengendalikan harga Surat Berharga Negara (SBN).

Menkeu mengungkapkan rencana mengaktifkan dana stabilisasi obligasi pada Rabu (6/5) untuk menjaga pasar surat utang tetap stabil dan tidak mudah digoyang investor asing. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah gejolak di pasar keuangan domestik dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca juga:

Langkah stabilisasi ini diambil untuk merespons dinamika pasar obligasi domestik yang mencatatkan kenaikan yield cukup kencang hingga menyentuh level 6,7% pada akhir April 2026. Kenaikan yield yang berbanding terbalik dengan harga obligasi ini berisiko memicu pelemahan nilai portofolio investor asing yang kerap berujung pada aksi jual dan arus modal keluar asing sehingga berkontribusi ke pelemahan kurs rupiah belakangan ini.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan ketersediaan kas negara untuk keperluan belanja termasuk pemanfaatan SAL, guna menjaga stabilitas harga SBN.

Dalam konteks ini, Purbaya mulanya menyiapkan BSF untuk menstabilkan pasar obligasi atau surat utang dengan membeli kembali SBN di pasar sekunder yang dilepas oleh investor. Strategi itu dilakukan untuk menjaga imbal hasil SBN agar tetap stabil, sehingga investor asing yang menyimpan surat utang tidak mengalami kerugian modal.

Baca juga:

Kesimpulan dari keputusan Purbaya ini adalah bahwa pemerintah lebih memilih untuk mengandalkan kas dan SAL untuk stabilkan pasar obligasi, daripada mengaktifkan Bond Stabilization Fund. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan domestik dan nilai tukar rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *