Hantavirus: Gejala, Penyebab, dan Risiko Penularannya di Indonesia

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Mei 2026 | Hantavirus menjadi perhatian khalayak setelah muncul laporan kematian tiga orang di kapal pesiar MV Hondius akibat infeksi Andes Virus, salah satu jenis hantavirus. Meskipun begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah karena karakteristik hantavirus sangat berbeda dengan COVID-19.

Gejala hantavirus pada tahap awal sering kali menyerupai flu biasa, sehingga cukup sulit dikenali. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi demam, nyeri otot, mual, dan sesak napas. Jika infeksi terus berkembang, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat dan menyebabkan gangguan pernapasan serius.

Baca juga:

Hantavirus disebabkan oleh orthohantavirus yang memiliki banyak varian. Beberapa di antaranya dapat menginfeksi manusia, seperti Seoul Virus, Hantaan Virus, Andes Virus, dan Sin Nombre Virus. Secara umum, infeksi hantavirus pada manusia dapat muncul dalam dua bentuk klinis, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Data Kemenkes mencatat sejak 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus hantavirus yang terdeteksi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara 3 orang meninggal dunia. Kasus paling banyak tercatat pada 2025, yaitu 17 kasus. Sementara pada 2026 hingga minggu ke-16 terdapat 5 kasus, dan pada 2024 tercatat 1 kasus.

Baca juga:

Sebaran kasus hantavirus di Indonesia ditemukan di beberapa daerah, antara lain Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat. Kemenkes telah meminta Puskesmas Kecamatan Senen memantau secara berkelanjutan terkait pasien yang berkontak erat dengan penumpang terjangkit Hantavirus.

Kesimpulan, hantavirus bukan penyakit baru di Indonesia dan sudah terdeteksi sejak puluhan tahun lalu. Meskipun gejalanya mirip dengan penyakit lain, masyarakat perlu waspada dan meningkatkan kewaspadaan. Dengan memperkuat deteksi dini dan menjaga daya tahan tubuh, kita dapat mencegah penularan hantavirus.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *