PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 April 2026 | PSIS Semarang mengumumkan hari ini, Rabu 15 April 2026, pengunduran diri Andri Ramawi, pelatih kepala yang baru bergabung sejak Februari lalu. Keputusan mendadak tersebut mengejutkan para penggemar dan pengamat sepak bola Liga 2, mengingat Andri telah menorehkan catatan positif dalam enam laga terakhir: dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
Andri menegaskan bahwa alasan utama pengunduran dirinya berkaitan dengan keluarnya Direktur Teknik PSIS, Angel Alfredo Vera, yang sebelumnya menjadi mitra kerja utama dalam membangun tim. “Jika Coach Alfredo keluar, saya juga akan keluar,” ujarnya dalam pernyataan singkat kepada media. Ia menambahkan bahwa hubungan baik tetap terjaga antara dirinya, Alfredo, dan manajemen klub; keputusan tersebut murni didasari komitmen pribadi.
Sebelum melangkah ke PSIS, Andri Ramawi telah menapaki karier yang cukup beragam. Lahir pada tahun 1987, ia memiliki lisensi pelatih AFC A, menandakan kompetensi di level internasional. Kariernya dimulai di Barito Putera, di mana ia bertugas sebagai pelatih fisik senior pada 2016, kemudian memimpin tim U‑21 dan U‑19 dalam periode berikutnya. Pada 2019, ia kembali ke Barito Putera sebagai asisten pelatih, memperkuat kerja sama dengan Angel Alfredo Vera.
Pergantian peran selanjutnya melibatkan stint singkat sebagai asisten pelatih Persipura (2020‑2021) dan kemudian peran penting di Persiba Bantul (September‑Desember 2025). Pada Agustus 2025, Andri juga bergabung dalam tim kepelatihan PSAU (Persatuan Sepakbola TNI AU), menambah pengalaman di lingkungan militer.
Kariernya tidak berhenti di tingkat klub. Pada 2024, Andri dipercaya memimpin Tim Nasional Pelajar U‑17, menandai pencapaian penting dalam pengembangan talenta muda. Tahun berikutnya, ia menjabat sebagai Direktur Teknik di Bintang Galaxy Football Academy Makassar, sekaligus melatih tim CYATC (Diklat Ragunan). Pengalaman lintas tingkatan ini memberi Andri pandangan holistik tentang pembinaan pemain dari usia dini hingga profesional.
Selama masa singkatnya di PSIS, Andri berhasil mengangkat tim keluar dari zona degradasi. Pada putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026, PSIS mencatat dua kemenangan (1‑0 melawan Deltras FC dan 6‑1 melawan Persipal Palu) serta dua hasil imbang (1‑1 melawan Persela Lamongan dan 0‑0 melawan Persiba Balikpapan). Statistik singkat dapat dilihat pada tabel berikut:
| Laga | Lawan | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Deltras FC | Menang 1‑0 |
| 2 | Persipal Palu | Menang 6‑1 |
| 3 | Persela Lamongan | Imbang 1‑1 |
| 4 | Persiba Balikpapan | Imbang 0‑0 |
| 5 | Barito Putera | Kalah 0‑2 |
Prestasi tersebut menempatkan PSIS pada peringkat kedelapan grup timur dengan 20 poin dari 24 laga, menandakan perbaikan signifikan dibandingkan awal musim ketika klub bergulat dengan tiga kekalahan beruntun.
Pengunduran diri Andri memicu penunjukan sementara Anang Dwita sebagai pelatih caretaker. Anang akan memimpin tim dalam laga melawan Persipura Jayapura pada pekan ke‑25. Sementara itu, manajemen PSIS masih dalam proses pencarian pelatih kepala definitif yang dapat melanjutkan visi yang telah dibangun bersama Alfredo Vera.
Kasus pengunduran diri yang berulang kali terjadi pada PSIS musim ini—dimulai dari Kahudi Wahyu Widodo, Ega Raka Galih, Jafri Sastra, hingga Andri Ramawi—menunjukkan tantangan stabilitas kepelatihan di level Liga 2. Namun, setiap pergantian juga membuka peluang bagi klub untuk mengevaluasi struktur teknis dan mencari sinergi yang lebih kuat antara manajemen, pelatih, dan pemain.
Di tengah dinamika tersebut, catatan karier Andri Ramawi tetap menjadi contoh bagi pelatih muda Indonesia. Pengalaman mengelola tim senior, tim usia muda, serta peran di akademi sepak bola menegaskan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan adaptasi dalam dunia kepelatihan yang kompetitif.
Ke depan, harapan besar masih tertuju pada PSPS Semarang untuk menemukan sosok pelatih yang tidak hanya menguasai taktik, tetapi juga memiliki ikatan kuat dengan staf teknis serta pemain. Sementara itu, Andri Ramawi diyakini akan melanjutkan kiprahnya di arena pelatihan, baik di tingkat akademi maupun tim nasional usia muda, mengingat rekam jejaknya yang terus berkembang.
