PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – PT BYD Motor Indonesia resmi mengumumkan penyelesaian damai atas keluhan konsumen politikus Akbar Faizal terkait mobil listrik BYD Seal Premium. Menurut pernyataan Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations BYD, proses penyelesaian melibatkan komunikasi intensif antara konsumen, dealer, perusahaan asuransi, dan leasing.
Kasus yang sempat menjadi sorotan publik bermula pada Desember 2025 ketika anak Akbar mengalami kecelakaan dengan kendaraan tersebut, mengakibatkan kerusakan serius pada roda. Akbar kemudian mengunggah keluhan di media sosial, menyebut mobilnya “oleng” atau “joget” serta mengkritik layanan purna jual BYD yang dianggap lambat dan saling melempar tanggung jawab antara dealer, leasing, dan bengkel resmi.
Setelah dua bulan tanpa kepastian, BYD mengirim tim after‑sales ke dealer untuk melakukan pemeriksaan ulang. Luther Panjaitan menjelaskan bahwa pihak BYD menegaskan bahwa permasalahan bukan disebabkan cacat produk melainkan akibat kerusakan pasca kecelakaan. Dealer kemudian mengkoordinasikan perbaikan dengan bengkel internal dan memastikan semua komponen yang rusak diganti sesuai standar pabrikan.
Dalam konferensi pers singkat, Luther menekankan tiga langkah utama yang akan diterapkan BYD ke depannya:
- Meningkatkan responsivitas dealer dalam menanggapi keluhan konsumen, termasuk penyediaan layanan darurat 24 jam.
- Memperkuat koordinasi antara asuransi, leasing, dan unit layanan purna jual untuk menghindari pergeseran tanggung jawab.
- Melakukan audit berkala pada proses penanganan klaim guna menjamin kepuasan pelanggan.
Pernyataan resmi BYD juga menyoroti bahwa penyelesaian kasus Akbar Faizal telah dicapai secara damai, dengan semua pihak menyetujui hasil perbaikan dan tidak ada tuntutan hukum lanjutan. Akbar sendiri menyatakan rasa lega karena kendaraan kini dapat beroperasi normal dan ia mengapresiasi sikap terbuka BYD selama proses mediasi.
Di tengah penyelesaian kasus tersebut, BYD mencatat pencapaian penjualan yang mengesankan. Pada Maret 2026, penjualan mobil baru BYD melampaui Honda, mencatat pertumbuhan 15,49 persen dengan total 4.153 unit terjual secara retail. Pencapaian ini sejalan dengan strategi agresif produsen asal China dalam memperluas jaringan dealer dan menawarkan insentif harga kompetitif.
Sementara itu, kompetitor China lainnya, BAIC, meluncurkan program diskon besar-besaran untuk model SUV X55 II, dengan potongan harga mencapai ratusan juta rupiah. Diskon tersebut menambah tekanan kompetitif di pasar otomotif Indonesia, khususnya dalam segmen kendaraan listrik dan SUV berbahan bakar konvensional.
Para pengamat industri menilai bahwa respons cepat BYD terhadap kasus konsumen serta komitmen peningkatan layanan purna jual dapat menjadi faktor penentu dalam mempertahankan pangsa pasar yang terus tumbuh. “Kepercayaan konsumen sangat dipengaruhi oleh bagaimana produsen menangani masalah setelah penjualan. BYD menunjukkan langkah konkret, sehingga konsumen lebih yakin untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujar seorang analis otomotif independen.
Kesimpulannya, penyelesaian damai kasus BYD Seal milik Akbar Faizal menandai titik balik dalam upaya BYD memperbaiki reputasi layanan purna jualnya. Di sisi lain, pertumbuhan penjualan yang melampaui Honda serta persaingan ketat dengan merek China lain seperti BAIC menegaskan dinamika pasar otomotif Indonesia yang semakin kompetitif dan berorientasi pada kendaraan ramah lingkungan.
