PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Jasa Marga menegaskan komitmen percepatan pembangunan akses Bokoharjo pada jaringan Tol Solo‑Yogyakarta‑NYIA Kulonprogo. Kunjungan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, bersama tim eksekutif pada 22 April lalu meninjau progres proyek segmen Prambanan‑Purwomartani, termasuk rencana pembangunan Exit Gerbang Tol (GT) Purwomartani sepanjang 1,95 km yang akan menghubungkan langsung ke kawasan Bokoharjo, pintu gerbang menuju situs bersejarah Ratu Boko.
Progres konstruksi pada segmen tersebut telah mencapai 94,8 persen per 15 April 2026, sementara pembebasan lahan berada pada 90 persen dengan target selesai Agustus 2026. Tahapan awal persiapan lahan kini telah dimulai, menandai langkah penting sebelum pembangunan fisik akses dimulai secara penuh. Rivan menambahkan, percepatan akses ini diharapkan dapat mengantisipasi kepadatan lalu lintas pada jalur nasional Yogyakarta‑Solo, khususnya pada musim liburan Natal, Tahun Baru, dan Lebaran 2027.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyoroti peran strategis infrastruktur dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Menurutnya, akses Bokoharjo bukan sekadar proyek jalan, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan peluang bagi masyarakat setempat. Pembangunan U‑turn diperkirakan memakan waktu enam hingga tujuh bulan, sementara integrasi dengan perlintasan rel kereta api memerlukan sembilan hingga sepuluh bulan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari tersedianya akses baru ini:
- Mengurangi beban lalu lintas pada jalur arteri Yogyakarta‑Solo, terutama selama musim liburan.
- Meningkatkan kenyamanan dan efisiensi waktu tempuh bagi wisatawan yang menuju Ratu Boko.
- Mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar desa Jembungan, Boyolali, melalui peningkatan arus kunjungan.
- Memperluas peluang kerja lokal selama fase konstruksi dan operasional akses.
- Mengoptimalkan kontribusi infrastruktur tol terhadap pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi.
Kawasan sekitar Ratu Boko dan Bokoharjo termasuk dalam wilayah bersejarah dan cagar budaya. Pemerintah menekankan bahwa setiap tahap pembangunan akan memperhatikan pelestarian nilai budaya, dengan koordinasi lintas sektoral antara Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Daerah Istimewa Yogyakarta serta lembaga pelestarian budaya setempat.
Saat ini, jaringan Tol Solo‑Yogyakarta‑NYIA telah beroperasi dari Gerbang Tol (GT) Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer. Penambahan akses Bokoharjo akan menjadi sambungan strategis yang menghubungkan jalur utama dengan destinasi wisata unggulan, meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pengembangan akses ini juga diharapkan membuka peluang investasi baru di sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, serta layanan transportasi lokal. Dengan peningkatan kunjungan, pendapatan daerah diproyeksikan naik signifikan, mendukung program pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada pemerataan manfaat ekonomi.
Secara keseluruhan, percepatan akses Bokoharjo mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara dalam mewujudkan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan titik geografis, tetapi juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya.
Dengan target operasional pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, serta kesiapan mudik Lebaran 2027, akses baru ini siap menjadi tulang punggung mobilitas modern di Jawa Tengah, khususnya bagi wisatawan yang hendak menikmati pesona sejarah Ratu Boko.
