Bandara Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk Kedua di Asia Tenggara

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Agustus 2026 | Bandara Soekarno-Hatta kembali mencatatkan prestasi di tingkat Asia Tenggara. Berdasarkan laporan terbaru perusahaan analisis penerbangan OAG, bandara yang melayani Jakarta dan wilayah sekitarnya itu berhasil menduduki posisi sebagai bandara tersibuk kedua di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas kursi penerbangan pada Juli 2026.

Pencapaian ini membuat Soekarno Hatta menggeser Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, yang sebelumnya bertahan di posisi tersebut selama beberapa tahun. Laporan OAG mencatat Bandara Soekarno Hatta menyediakan sekitar 3,3 juta kursi penerbangan sepanjang Juli 2026. Jumlah tersebut menempatkannya di bawah Bandara Changi Singapura yang masih menjadi bandara dengan kapasitas kursi penerbangan terbesar di Asia Tenggara, yakni sekitar 3,56 juta kursi.

Baca juga:

Sementara itu, KLIA turun ke peringkat ketiga setelah kapasitas kursinya mengalami penurunan sekitar 4,4 persen menjadi 3,15 juta kursi. Kapasitas kursi penerbangan menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas sebuah bandara. Angka tersebut mencerminkan jumlah layanan penerbangan yang tersedia sekaligus menggambarkan tingginya pergerakan penumpang dalam periode tertentu.

Peningkatan posisi Bandara Soekarno Hatta menunjukkan pertumbuhan sektor penerbangan Indonesia yang terus bergerak positif. Selain menjadi gerbang utama bagi wisatawan internasional, bandara ini juga memiliki peran penting dalam menghubungkan perjalanan domestik menuju berbagai wilayah di Indonesia.

Capaian tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat konektivitas udara di Asia Tenggara. Pertumbuhan kapasitas penerbangan Bandara Soekarno Hatta turut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas perjalanan dan pariwisata di kawasan.

Baca juga:

Di lain pihak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menetapkan tarif layanan Transbandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 15.000. Keputusan tersebut ditetapkan pada Jumat (31/7/2026) dan akan berlaku mulai 1 September 2026 setelah masa sosialisasi selama satu bulan.

Tarif baru tersebut masih dianggap sangat jangkau dan kompetitif jika dibandingkan dengan moda transportasi lain. Besaran tarif Rp 3.500 yang bertahan sejak 2005 untuk layanan reguler memberi beban berat pada kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akibat tingginya subsidi.

Terlepas dari penyesuaian tarif, Bandara Soekarno-Hatta juga terus mengalami peningkatan dalam hal keamanan. Baru-baru ini, petugas Bea Cukai menemukan kecurigaan pada saat pemeriksaan X-ray bagasi penumpang di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soetta, yang menghasilkan penangkapan seorang pilot asal Malaysia yang diduga menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

Baca juga:

Kasus penyelundupan narkoba di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa bandara ini tetap menjadi target bagi para pelaku kejahatan. Namun, upaya penangkapan dan penindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan dan keselamatan di bandara.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bandara Soekarno-Hatta juga telah mengalami beberapa peningkatan dalam hal fasilitas dan layanan. Dengan meningkatnya kapasitas penerbangan dan peningkatan dalam hal keamanan, Bandara Soekarno-Hatta siap untuk menjadi salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara.

Kesimpulan, Bandara Soekarno-Hatta telah mencatatkan prestasi di tingkat Asia Tenggara dengan menjadi bandara tersibuk kedua berdasarkan kapasitas kursi penerbangan. Dengan peningkatan dalam hal keamanan dan fasilitas, bandara ini siap untuk meningkatkan posisinya sebagai salah satu pusat konektivitas udara di Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *