Cuaca Makassar dan Sekitarnya Besok, 3 Juni 2026: Cerah Berawan hingga Sore

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Juni 2026 | Bagi Anda yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan besok, 3 Juni 2026, penting untuk mengetahui prakiraan cuaca terlebih dahulu. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di wilayah Makassar dan sekitarnya besok diprediksi cerah berawan hingga sore hari.

Pada pagi hari, cuaca di Makassar dan sebagian wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) diprakirakan cerah berawan. Sementara itu, wilayah Kepulauan Selayar diprediksi mengalami hujan ringan. Pada siang dan sore hari, cuaca di Makassar dan sebagian besar Sulsel diprediksi cerah berawan. Namun, beberapa wilayah seperti Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Pinrang, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, dan Toraja Utara diprediksi mengalami hujan ringan, serta hujan sedang di wilayah Luwu Utara.

Baca juga:

Cuaca di Makassar dan sekitarnya diprediksi berawan pada malam hari. Beberapa wilayah seperti Bone, Bulukumba, Luwu, dan Sinjai diprediksi mengalami hujan ringan. Suhu udara besok berada di kisaran 20-34°C, sementara kelembapan udara diprediksi berada di rentang 70-100%.

BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa, 2 Juni 2026, hingga Rabu, 3 Juni 2026. Cuaca di Kaltim pada Selasa didominasi hujan ringan dan berawan di sejumlah wilayah. Suhu udara di Kaltim berkisar antara 20-31 derajat Celsius.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca selama dua hari ke depan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan. BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Selasa, 2 Juni 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Baca juga:

BMKG mencatat terjadinya hujan signifikan di sejumlah wilayah Indonesia tidak lepas dari dinamika atmosfer yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian utara. Secara spasial, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia bagian utara.

Pada periode yang sama, Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terpantau melintas di utara Kalimantan, utara Sulawesi, hingga Maluku Utara. Fenomena ini menyebabkan dominasi angin zonal baratan di sekitar ekuator hingga wilayah utara ekuator. Aliran angin baratan tersebut membentang dari Sumatera bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga utara Papua.

Kondisi cuaca tersebut berperan dalam membawasuplai massa udara basah ke wilayah Indonesia bagian utara, sehingga mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas cukup signifikan di beberapa wilayah. Selain faktor gelombang atmosfer, MJO, dan pola angin regional, Siklon Tropis Jangmi yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis 99W di sekitar Laut Filipina, sebelah utara Papua, juga memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di sebagian wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.

Baca juga:

Kondisi El Nino di Samudra Pasifik juga berdampak pada berkurangnya potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia. Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian utara.

Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan cuaca terkini dari BMKG. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan persiapan yang cukup untuk menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.

Ikuti terus informasi cuaca terkini dari BMKG untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terkini tentang cuaca di wilayah Anda. Dengan demikian, Anda dapat melakukan persiapan yang cukup untuk menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *