Disney Hadapi Transformasi Besar: PHK Massal, Kenaikan Harga Tiket, dan Fokus Streaming di Era Baru

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 April 2026 | Perusahaan hiburan raksasa Disney kini berada di tengah gelombang perubahan besar yang memengaruhi semua lini bisnisnya, mulai dari studio produksi hingga taman hiburan. Pada minggu lalu, CEO terbaru Disney, Josh D’Amaro, mengumumkan pemutusan kerja sekitar seribu karyawan sebagai bagian dari upaya restrukturisasi untuk memperkuat fokus pada layanan streaming. Keputusan ini menandai gelombang pertama pemutusan kerja besar sejak era Bob Iger kembali memimpin, dan menimbulkan pertanyaan tentang arah strategi perusahaan ke depan.

Menurut laporan internal, pemutusan kerja tersebut mencakup beberapa divisi penting, termasuk tim publikasi home‑entertainment, bagian fisik media, serta sebagian staf Marvel. Di Marvel, sekitar delapan persen tenaga kerja dipangkas, memengaruhi tim komik, produksi film dan TV, serta departemen keuangan dan hukum. Pemotongan tersebut terjadi menjelang rilis ulang film “Avengers: Doomsday” yang kini dijadwalkan bersaing dengan “Dune: Part Three” karya Denis Villeneuve, menambah tekanan pada divisi yang baru saja mengalami serangkaian kegagalan box‑office.

Baca juga:

CEO D’Amaro menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk “menyederhanakan operasi” dan mempersiapkan perusahaan menjadi “tenaga kerja berbasis teknologi”. Pernyataan tersebut mengisyaratkan peningkatan investasi pada kecerdasan buatan serta otomasi, sekaligus menurunkan prioritas pada produksi media fisik. Disney telah menutup Disney Movie Club pada tahun 2024 dan beralih ke kerja sama dengan Sony Pictures Home Entertainment untuk produksi dan distribusi disk, menandakan berkurangnya dukungan promosi untuk rilis fisik di masa depan.

Di sisi lain, taman hiburan Disney World di Florida juga mengalami perubahan signifikan yang dirasakan langsung oleh pengunjung. Harga tiket puncak untuk musim 2027 naik menjadi 18.500 rupiah, sebuah kenaikan yang mencerminkan penyesuaian tarif global serta upaya menutupi biaya operasional yang meningkat. Kenaikan ini menyertai peluncuran produk baru, seperti bucket popcorn tahunan yang akan tersedia bagi pemegang tiket tahunan, menambah nilai eksklusif bagi pelanggan setia.

Selain itu, beberapa wahana ikonik di Disney World sedang menjalani perombakan besar. Meskipun detail lengkap belum dirilis karena sumber menolak mengungkapkan informasi lebih lanjut, laporan menyebutkan adanya pembaruan pada roller coaster klasik yang bertujuan meningkatkan pengalaman pengunjung serta memperkenalkan teknologi sensorik terbaru. Perubahan ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengintegrasikan elemen digital ke dalam atraksi fisik.

Baca juga:

Langkah-langkah restrukturisasi tersebut tidak lepas dari konteks persaingan industri hiburan yang semakin ketat. Platform streaming seperti Netflix, Amazon Prime, serta layanan baru yang didukung AI menuntut Disney untuk beradaptasi dengan cepat. D’Amaro menargetkan peningkatan efisiensi operasional, mengoptimalkan konten streaming Disney+ serta memanfaatkan potensi pasar internasional yang belum sepenuhnya dieksplorasi.

Berikut ringkasan utama perubahan yang terjadi:

  • Pengurangan sekitar 1.000 karyawan, termasuk tim publikasi home‑entertainment, Marvel, dan EPK internasional.
  • Kenaikan harga tiket puncak Disney World menjadi 18.500 rupiah untuk tahun 2027.
  • Peluncuran bucket popcorn tahunan untuk pemegang tiket tahunan.
  • Pembaruan pada roller coaster ikonik di Disney World.
  • Fokus strategis pada streaming, AI, dan otomasi dalam operasi perusahaan.

Para analis menilai bahwa meski keputusan pemutusan kerja dapat menimbulkan dampak sosial, langkah tersebut mungkin diperlukan untuk menyesuaikan struktur biaya dengan realitas pasar yang berubah. Penggemar Disney diharapkan tetap dapat menikmati konten favorit mereka melalui platform streaming yang terus berkembang, sementara taman hiburan akan menawarkan pengalaman yang lebih modern dan terintegrasi.

Baca juga:

Ke depan, Disney berupaya menyeimbangkan antara warisan tradisionalnya dengan inovasi teknologi, menjaga relevansi merek di era digital yang serba cepat. Transformasi ini akan terus dipantau oleh pemangku kepentingan industri, investor, serta jutaan penggemar setia di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *