Fenomena Langka Rashdul Kiblat: Matahari di Atas Ka’bah dan Gerhana Matahari Total

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Juli 2026 | Fenomena astronomi langka tahunan, Rashdul Kiblat, kembali terjadi di Makkah pada hari ini, Rabu (15/7/2026). Pada momen tersebut, posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang terkena sinar Matahari akan mengarah tepat ke Ka’bah.

Fenomena ini menjadi salah satu waktu terbaik bagi umat Islam di berbagai belahan dunia untuk mengecek sekaligus meluruskan arah kiblat secara sederhana tanpa menggunakan alat khusus. Selama cuaca cerah, masyarakat cukup memanfaatkan bayangan benda yang berdiri tegak lurus.

Baca juga:

Rashdul Kiblat merupakan peristiwa tahunan yang terjadi dua kali dalam setahun, yakni ketika deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis Ka’bah. Saat itu, Matahari tampak berada tepat di atas Ka’bah pada waktu kulminasi, sehingga seluruh bayangan benda yang menghadap Matahari akan mengarah ke kiblat.

Di Indonesia, fenomena ini dapat diamati pada pukul 16.27 WIB, atau sekitar pukul 17.27 WITA dan 18.27 WIT, menyesuaikan dengan perbedaan zona waktu. Momen tersebut hanya berlangsung beberapa menit, sehingga masyarakat yang ingin memanfaatkannya perlu mempersiapkan diri sebelumnya.

Cara memanfaatkan Rashdul Kiblat pun cukup mudah. Siapkan sebuah benda yang berdiri tegak lurus, seperti tongkat, tiang, atau benang yang diberi pemberat. Tepat pada waktu Rashdul Kiblat, amati arah bayangan benda tersebut. Garis yang menghubungkan pangkal benda dengan ujung bayangan menunjukkan arah yang berlawanan dengan posisi Matahari dan mengarah tepat ke Ka’bah.

Selain itu, fenomena gerhana matahari total juga akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Peristiwa astronomi ini menjadi salah satu yang paling dinantikan karena jalur gerhana total akan melintasi sejumlah negara di Eropa dan kawasan Atlantik Utara. Dilansir dari website Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional NASA, pada 12 Agustus 2026, gerhana matahari total akan melintasi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, serta sebagian kecil wilayah Portugal.

Selain wilayah yang berada di jalur gerhana total, banyak negara lain juga akan menyaksikan gerhana matahari sebagian. Fenomena tersebut diperkirakan dapat diamati di sebagian besar Eropa, Afrika barat laut, Kanada, hingga sebagian wilayah utara Amerika Serikat.

Baca juga:

Di beberapa lokasi di Eropa dan Afrika, gerhana bahkan akan berlangsung menjelang matahari terbenam sehingga memberikan pemandangan yang berbeda dibandingkan gerhana pada umumnya. Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga seluruh piringan Matahari tertutup oleh Bulan.

Makkah juga akan mengalami gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027. Fenomena astronomi langka ini akan membuat Tanah Suci Makkah gelap gulita beberapa saat pada siang hari. Sekitar 10 hari sebelum peristiwa ini terjadi, akan ada hujan meteor Perseid tahunan.

Gerhana matahari total tersebut dijuluki “Gerhana Abad Ini” karena memiliki totalitas terpanjang selama abad ke-21. Totalitas akan berlangsung selama 6 menit 23 detik, menjadikannya gerhana terpanjang sejak 1991 hingga 2114.

Badan Antariksa Eropa menyebut gerhana matahari total Agustus 2027 akan melintasi langit Spanyol selatan, Afrika utara, dan Semenanjung Arab. Wilayah Libya, Mesir, hingga Arab Saudi akan menyaksikan pemandangan langka.

Menurut perhitungan astronomi, efek totalitas akan berlangsung di bagian barat Kerajaan Arab Saudi, terutama Makkah. Sinar matahari diperkirakan akan menghilang 100 persen sekitar lima menit pada siang hari. Hal ini menjadikan Tanah Suci akan sepenuhnya gelap.

Baca juga:

Selain Makkah, gerhana matahari total juga bisa disaksikan di Jeddah, Taif, Abha, Jazan, dan Al-Baha. Sementara wilayah lainnya akan mengalami gerhana sebagian.

Islam memandang gerhana matahari sebagai salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Rasulullah SAW telah meyakinkan fenomena ini tidak ada kaitannya dengan kelahiran atau kematian seseorang, sebagaimana anggapan jahiliah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam menunaikan salat saat terjadi gerhana.

Fenomena Rashdul Kiblat dan gerhana matahari total merupakan peristiwa langka yang patut disaksikan dan dipahami. Keduanya memiliki makna yang mendalam dalam Islam dan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk merenungkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *