Harga BBM Turun, Masyarakat Berharap Stabil dan Terjangkau

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Agustus 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo telah mengalami penyesuaian harga per 1 Agustus 2026. Penurunan harga ini disambut dengan ragam reaksi dari masyarakat, terutama mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Mahasiswa asal Sukoharjo, Dimas (23), masih bertahan menggunakan Pertamax dan merasa girang dengan penurunan harga sebesar Rp300 per liter.

Menurut Dimas, penurunan harga tersebut sangat terasa karena ia menggunakan kendaraan dengan jarak tempuh yang luar biasa. Ia berharap harga BBM dapat tetap stabil dan terjangkau. Sementara itu, warga Karanganyar, Riesta (25), mengaku bahwa penurunan harga Rp300 per liter belum terlalu terasa.

Baca juga:

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia masih bisa tenang dengan kondisi harga BBM bersubsidi yang tidak naik. Ia menyebutkan bahwa hal ini merupakan hasil kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mengelola energi.

Di sisi lain, harga BBM eceran di pelosok Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dikeluhkan warga karena mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per botol. Warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga mahal karena tidak memiliki akses ke SPBU.

Baca juga:

Kondisi ini mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kobar Muhammad Isto Wahyuddin. Ia menilai bahwa DPRD bersama pemerintah daerah telah berupaya menangani persoalan antrean BBM. Pemerintah Kabupaten Kobar juga telah memberikan imbauan dan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan pelanggaran.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala Pertamina terhadap perkembangan harga energi global dan kondisi pasar minyak. Dengan adanya penyesuaian tersebut, pengguna kendaraan berbahan bakar RON 92 dapat menikmati harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Baca juga:

Masyarakat berharap bahwa harga BBM dapat tetap stabil dan terjangkau, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa terlalu memikirkan biaya bahan bakar. Dengan demikian, pemerintah dan Pertamina diharapkan dapat terus memantau dan mengelola harga BBM agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *