Harga Beras di Jawa Timur Mengalami Fluktuasi, Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Beras

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Agustus 2026 | Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini, beras, gula, minyak goreng, daging ayam ras, garam halus, cabai keriting, cabai rawit, dan gas elpiji naik. Sementara daging sapi, daging ayam kampung, telur ayam ras, telur ayam kampung turun.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Baca juga:

Pemerintah akan mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI). Pada penyaluran kali ini, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan 30 kilogram (kg) beras sekaligus.

Bantuan pangan senilai Rp 17,52 triliun ini menggunakan mekanisme rapel tiga bulan dengan total 30 kg per keluarga. Program ini bertujuan menjaga stabilitas makroekonomi guna menekan potensi lonjakan inflasi harga beras sepanjang semester II 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penerima Bantuan Pangan Beras Tahap II ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi ketiga yang dirilis pada 2026. Penggunaan data tunggal tersebut dimaksudkan agar bantuan dapat diberikan kepada keluarga yang memang menjadi sasaran program dan mengurangi risiko salah sasaran.

Baca juga:

Dinas Perdagangan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebut harga beras di wilayah tersebut saat ini berkisar Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Alor, Mohamad Ridwan Nampira, mengatakan, harga beras yang dijual di pasar rata-rata sekitar Rp 15.000 per kilogram.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, total beras yang disiapkan pemerintah untuk penyaluran tahap kedua mencapai sekitar 997.200 ton. "Sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan, 10 kilogram kali 33.244.000, jadi kurang lebih satu juta ton," ujar Zulkifli dalam keterangan resmi.

Penyaluran pada paruh kedua ini merupakan kelanjutan langsung dari pencapaian Bantuan Pangan Beras Tahap I. Pada fase perdananya, pemerintah sukses merealisasikan distribusi yang menjangkau 33,14 juta keluarga, sebuah angka yang merepresentasikan 99,7 persen dari total target sasaran, dengan volume beras tersalurkan mencapai 664.880 ton.

Baca juga:

Apabila target tahap kedua ini terealisasi sempurna, maka keseluruhan bantuan pangan beras yang dikucurkan pemerintah sepanjang tahun 2026 diproyeksikan akan menyentuh angka 1,66 juta ton.

Kesimpulan, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga beras dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan pangan beras. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung dan tidak terlalu terkena dampak inflasi harga beras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *