AS Hancurkan USS Peleliu dengan Drone Kamikaze dalam Latihan RIMPAC 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Juli 2026 | Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mendemonstrasikan kemampuan terbaru dalam peperangan laut dengan menenggelamkan kapal serbu amfibi USS Peleliu (LHA-5) menggunakan drone laut kamikaze dalam latihan multinasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026.

Latihan ini menunjukkan keseriusan Angkatan Laut AS dalam mengintegrasikan sistem tempur tanpa awak di udara, permukaan laut, dan bawah laut sebagai bagian dari konsep peperangan modern. Dua drone laut tanpa awak meluncur ke arah lambung USS Peleliu sebelum meledak di dekat garis air, menandai tahap akhir dari latihan penenggelaman (SINKEX) setelah kapal dihantam berbagai jenis rudal.

Baca juga:

Penggunaan drone laut kamikaze dalam latihan tersebut menjadi salah satu momen paling penting di RIMPAC 2026, menunjukkan kemajuan teknologi militer AS dan kesediaan untuk mengadopsi taktik baru dalam peperangan laut. Ini juga mencerminkan pelajaran yang dipetik AS dari keberhasilan Ukraina menggunakan drone laut untuk menyerang Armada Laut Hitam Rusia.

Latihan RIMPAC 2026 diikuti oleh 30 negara dengan total 30 kapal permukaan, 5 kapal selam, 190 pesawat, dan 15 pasukan darat, serta 30.000 personil. Ini menunjukkan komitmen internasional untuk memperkuat kerja sama dan kemampuan militer dalam menghadapi tantangan keamanan global.

Baca juga:

Dalam konteks yang lebih luas, demonstrasi kemampuan drone kamikaze oleh AS menandai babak baru dalam peperangan laut, di mana teknologi tanpa awak memainkan peran yang semakin penting. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi militer tetapi juga membuka kemungkinan baru untuk strategi dan taktik peperangan.

Kesimpulan dari latihan RIMPAC 2026 dan penggunaan drone kamikaze menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mempertahankan keunggulan dalam peperangan laut. Ini juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di era modern.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *