PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Agustus 2026 | Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, telah menjadi sorotan internasional karena skema IT pekerja Korea Utara yang digunakan untuk mendanai program senjata nuklir negara tersebut. Skema ini melibatkan pekerja IT Korea Utara yang bekerja secara remote dan menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan pekerjaan dan mengirimkan gaji mereka ke agen-agen pemerintah Korea Utara.
Menurut laporan dari Global Affairs Canada dan negara-negara lain, skema ini digunakan untuk mendanai program senjata nuklir Korea Utara dan telah menjadi sumber kekhawatiran bagi komunitas internasional. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pekerja IT Korea Utara telah menggunakan metode yang semakin canggih, termasuk penggunaan kecerdasan buatan, untuk menyembunyikan identitas mereka dan memperluas aktivitas mereka secara global.
Selain itu, terdapat juga laporan bahwa Korea Utara telah membangun fasilitas produksi rudal KN-23 untuk Rusia, yang digunakan untuk menyerang Ukraina. Fasilitas ini dibangun dalam waktu 18 bulan dan kemudian disembunyikan di bawah tanah.
Di sisi lain, terdapat juga laporan palsu yang beredar di media sosial bahwa Kim Jong Un telah menuntut eksekusi mati bagi rekan-rekan Jeffrey Epstein, tetapi tidak ada bukti yang mendukung klaim ini.
Dalam menghadapi ancaman ini, negara-negara internasional harus meningkatkan kewaspadaan dan mengambil tindakan untuk mencegah skema IT pekerja Korea Utara dan mendukung upaya untuk mencegah penyebaran senjata nuklir.
Kesimpulan, skema IT pekerja Korea Utara yang digunakan untuk mendanai program senjata nuklir negara tersebut telah menjadi ancaman baru bagi keamanan global. Oleh karena itu, negara-negara internasional harus bekerja sama untuk mencegah skema ini dan mendukung upaya untuk mencegah penyebaran senjata nuklir.
