PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Juli 2026 | Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas, menyebabkan kekhawatiran tentang keamanan energi global. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa gangguan pada jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz dapat memperburuk krisis energi global dan berdampak besar pada ekonomi Asia.
Sebelum konflik, sekitar 80-90% minyak dan gas yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk pasar Asia. IEA khawatir bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat memiliki dampak ekonomi yang serius, terutama bagi negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui oleh sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam dunia. Namun, sejak konflik antara AS dan Iran memanas, lalu lintas komersial di selat tersebut telah sangat terganggu.
AS telah melancarkan serangan udara terhadap target militer Iran, termasuk fasilitas maritim di Chabahar, yang merupakan pelabuhan penting untuk ekspor minyak Iran. Iran telah membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Qatar, yang merupakan negara-negara penyokong AS di kawasan Teluk.
Konflik ini telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak, karena pasar khawatir tentang kemungkinan gangguan pasokan minyak. IEA telah memperingatkan bahwa situasi ini dapat memperburuk jika jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
Ekonomi Asia, terutama Cina, Jepang, dan Korea Selatan, sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari Timur Tengah. Gangguan pasokan minyak dapat memiliki dampak besar pada industri manufaktur dan transportasi di negara-negara tersebut.
Oleh karena itu, IEA dan negara-negara lainnya telah mendesak AS dan Iran untuk menyelesaikan konflik ini secara damai dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jika tidak, krisis energi global dapat semakin parah dan berdampak pada ekonomi dunia.
Kesimpulan, konflik antara AS dan Iran telah menyebabkan kekhawatiran tentang keamanan energi global dan dampak pada ekonomi Asia. IEA dan negara-negara lainnya harus bekerja sama untuk menyelesaikan konflik ini dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz untuk mencegah krisis energi global yang lebih parah.
