PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | Foto viral yang menampilkan seorang prajurit Israel menggunakan palu godam untuk menghancurkan Patung Yesus Kristus di desa Deir Siryan, Lebanon selatan, menyulut gelombang kecaman internasional. Gambar tersebut pertama kali diunggah oleh jurnalis Palestina Younis Tirwan pada 19 April 2026 melalui platform X, dan dengan cepat mendapatkan jutaan tampilan. Dalam foto itu, kepala patung yang dulunya terpasang di atas salib terlepas akibat pukulan kuat, menimbulkan pertanyaan serius tentang sikap militer Israel terhadap situs-situs keagamaan selama operasi di perbatasan.
Militer Israel (IDF) pada Senin 20 April 2026 mengonfirmasi keaslian gambar dan menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai atau standar perilaku yang diharapkan dari pasukannya. Pihak militer menegaskan bahwa penyelidikan kriminal telah diluncurkan dan bahwa tindakan disiplin yang tegas akan diambil terhadap prajurit yang terlibat. Dalam pernyataannya, IDF menambahkan komitmen untuk membantu pemulihan Patung Yesus bersama masyarakat setempat.
Reaksi politik pun segera mengalir. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menulis di akun X‑nya, “Saya terkejut dan sedih mengetahui bahwa seorang prajurit IDF merusak ikon keagamaan Katolik di Lebanon selatan. Saya mengutuk tindakan tersebut dengan sekeras‑kerasnya dan menuntut tindakan keras terhadap pelaku.” Menteri Luar Negeri Gideon Saar juga mengutuk insiden itu sebagai tindakan yang “memalukan dan tercela”. Di sisi lain, anggota Knesset Ayman Odeh menanggapi dengan sarkasme, menyebutkan bahwa tentara mengklaim merasa terancam oleh Patung Yesus, sementara Ahmad Tibi menyoroti ketidakkonsistenan Israel yang menembaki masjid dan gereja di Gaza tanpa konsekuensi.
- Marjorie Taylor Greene (mantan anggota Kongres AS) mengecam Israel sebagai sekutu terbesar AS yang terus menerima dana miliaran dolar sambil melanggar hak asasi manusia.
- Matt Gaetz (mantan anggota Kongres) menyebut tindakan itu “mengerikan” dan menuntut pertanggungjawaban internasional.
- Ryan Grim, pakar media AS, mengingatkan bahwa foto-foto serupa telah muncul selama 2,5 tahun terakhir, menandakan pola pelanggaran budaya.
Insiden ini terjadi di tengah konflik yang sudah memakan hampir 2.300 korban jiwa sejak Maret 2026, dengan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi. Gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat hanya bertahan selama sepuluh hari sebelum situasi kembali memanas. Selama konflik, organisasi hak asasi manusia mencatat ratusan serangan terhadap situs keagamaan, termasuk 45 masjid di Tepi Barat pada 2025 dan lebih dari 200 insiden kekerasan terhadap umat Kristen antara Januari 2024 dan September 2025.
Warga lokal di kota Debel, mayoritas Kristen, mengunggah foto Patung Yesus yang utuh sebelum dihancurkan, lengkap dengan kutipan Alkitab Lukas 23:34: “Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Mereka menuntut pertanggungjawaban dan meminta bantuan internasional untuk melindungi warisan budaya di zona konflik. Di media sosial, komentar publik menyoroti bahwa tindakan vandalisme terhadap Patung Yesus memperparah ketegangan antar‑agama dan dapat memicu kebencian lebih luas di wilayah yang sudah rapuh.
Secara keseluruhan, peristiwa penghancuran Patung Yesus menegaskan pentingnya penegakan hukum militer yang ketat serta perlunya pengawasan internasional atas perlakuan terhadap situs keagamaan di zona perang. Pemerintah Israel telah berjanji akan menindak tegas prajurit yang terlibat, namun tekanan dari komunitas global dan organisasi HAM terus meningkat, menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh.
Dengan latar belakang konflik yang terus berlanjut, insiden ini menjadi simbol baru dari kerusakan moral yang melampaui sekadar pertempuran. Upaya pemulihan Patung Yesus dan penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mengembalikan rasa hormat terhadap simbol-simbol keagamaan, sekaligus menegaskan kembali pentingnya dialog antar‑umat dalam mencari perdamaian yang berkelanjutan.
