PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Mei 2026 | Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan pihaknya mungkin akan mengambil langkah hukum atas perlakukan brutal militer zionis Israel terhadap peserta Global Sumud Flotilla (GSF), yang di antaranya merupakan warga negara Prancis.
Langkah ini diambil setelah muncul laporan tentang kekerasan yang dialami oleh para aktivis, termasuk warga negara Prancis, selama penahanan mereka di Israel. Menurut laporan, para aktivis mengalami perlakuan yang buruk, termasuk dipukuli, diancam, dan diperlakukan dengan tidak manusiawi.
Perdana Menteri Lecornu menyatakan bahwa Prancis tidak akan diam atas kejadian ini dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warga negaranya. Ia juga menegaskan bahwa Prancis akan terus mendukung upaya-upaya untuk mencapai perdamaian dan keadilan di Timur Tengah.
Sementara itu, Israel telah mengeluarkan pernyataan bahwa para aktivis telah melakukan tindakan yang melanggar hukum dengan mencoba memasuki perairan Israel tanpa izin. Namun, para aktivis membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka hanya ingin membantu rakyat Palestina yang menderita akibat blockade Israel.
Kekerasan terhadap aktivis flotilla ini telah memicu kemarahan dan kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional. Banyak pihak yang menyerukan agar Israel segera menghentikan blockade-nya terhadap Gaza dan memperlakukan rakyat Palestina dengan lebih manusiawi.
Dalam beberapa hari terakhir, banyak laporan yang menyatakan bahwa para aktivis yang ditahan oleh Israel telah mengalami perlakuan yang buruk, termasuk dipenjara dalam kondisi yang tidak layak dan diperlakukan dengan tidak manusiawi. Beberapa aktivis juga dilaporkan telah dipukuli dan diancam oleh pasukan keamanan Israel.
Kondisi ini telah memicu kemarahan dan kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi hak asasi manusia dan lembaga internasional. Banyak pihak yang menyerukan agar Israel segera menghentikan perlakuan yang buruk terhadap para aktivis dan rakyat Palestina.
Prancis, sebagai salah satu negara yang paling vokal dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina, telah mengambil langkah-langkah yang signifikan untuk mengecam kekerasan Israel terhadap para aktivis flotilla. Perdana Menteri Lecornu telah menyatakan bahwa Prancis akan terus mendukung upaya-upaya untuk mencapai perdamaian dan keadilan di Timur Tengah, dan bahwa negara tersebut tidak akan diam atas kekerasan yang dilakukan oleh Israel.
