PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Juni 2026 | Pertarungan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akhirnya menemukan titik terang setelah adanya kesepakatan perdamaian yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Dalam kesepakatan ini, Trump mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk jalur pelayaran, sehingga minyak dapat mengalir kembali ke seluruh dunia.
Kesepakatan ini merupakan hasil dari perundingan yang panjang dan rumit, dengan Qatar dan Swiss berperan sebagai mediator. Pemerintah Qatar telah bekerja sama dengan Pakistan untuk membentuk memorandum of understanding (MoU) yang akan ditandatangani di Swiss pada hari Jumat.
Menurut Trump, kesepakatan ini akan membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh kawasan. Ia juga menyatakan bahwa AS telah berkomitmen untuk mengakhiri operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.
Sementara itu, Deputy Foreign Minister Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa teks MoU telah final dan akan ditandatangani di Swiss. Ia juga menegaskan bahwa komitmen AS untuk mengangkat blokir dan mengakhiri perang di semua front harus dipenuhi sebelum negosiasi lebih lanjut dapat dimulai.
Dalam kesepakatan ini, Qatar dan Swiss memainkan peran kunci sebagai mediator. Kedua negara ini telah bekerja sama untuk membantu mencapai kesepakatan perdamaian antara Iran dan AS.
Perdamaian ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian global, terutama dalam hal perdagangan minyak. Dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak dapat beroperasi kembali, sehingga harga minyak dapat stabil dan pasokan minyak dapat meningkat.
Di sisi lain, kesepakatan ini juga membuktikan bahwa diplomasi dan perundingan dapat menjadi cara efektif untuk menyelesaikan konflik internasional. Dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, perdamaian dan keamanan dapat dicapai, sehingga membawa manfaat bagi seluruh dunia.
