Kemhan Ubah Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Menjadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Juni 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan perubahan pada latihan dasar militer yang diberlakukan bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Perubahan ini dilakukan setelah lima peserta meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer.

Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, perubahan tersebut dilakukan untuk menegaskan bahwa peserta SPPI bukanlah calon prajurit, melainkan warga sipil yang disiapkan sebagai manajer koperasi desa. Oleh karena itu, materi yang bersifat teknis dan taktis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak dan kegiatan lain yang tidak relevan langsung dengan kebutuhan calon manajer koperasi desa atau kelurahan merah putih.

Baca juga:

Intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil. Penyesuaian aktivitas ini dilakukan untuk memperjelas bahwa tujuan kegiatan bukan membentuk peserta menjadi prajurit atau komponen cadangan, melainkan membangun karakter, disiplin, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, dan kesiapan manajerial sebagai calon pengelola Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Perubahan ini juga sejalan dengan desakan dari anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, yang menekankan pentingnya keselamatan peserta dan menilai bahwa pola pelatihan yang diberikan terlalu berat bagi peserta dari kalangan sipil. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai juga menyarankan agar latihan dasar militer ditiadakan karena tidak relevan dengan tugas yang akan diemban oleh calon manajer koperasi.

Baca juga:

Istana juga telah menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar militer akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Namun, pelatihan dasar militer tetap akan dilanjutkan karena para calon manajer dibutuhkan untuk segera menjalankan tugas mengelola Koperasi Merah Putih.

Kesimpulan dari perubahan ini adalah bahwa Kemhan berupaya meningkatkan keselamatan dan kualitas pelatihan bagi calon manajer koperasi desa dengan mengubah fokus dari latihan militer menjadi pembekalan bela negara dan manajerial, sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang peserta.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *