Klarifikasi Bandara Kertajati: Tidak Benar Dijadikan Milik Militer AS

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Juni 2026 | Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, telah menjadi sorotan belakangan ini karena beredar informasi bahwa bandara tersebut telah dijadikan milik militer Amerika Serikat (AS). Namun, informasi tersebut telah diklarifikasi sebagai hoaks.

Menurut verifikasi yang dilakukan oleh Kompas.com, informasi tersebut tidak benar dan hanya merupakan rekayasa artificial intelligence (AI). Foto-foto yang beredar di media sosial yang menunjukkan bendera AS berkibar di Bandara Kertajati juga merupakan hasil manipulasi AI.

Baca juga:

Manager Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin, telah membantah informasi tersebut dan memastikan bahwa Bandara Kertajati tidak mengibarkan bendera AS. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan unggahan yang beredar di media sosial tanpa memverifikasinya terlebih dulu.

Sementara itu, TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah menyiapkan kajian dan perencanaan internal terkait kemungkinan dukungan terhadap operasional maupun pemanfaatan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Hal ini disampaikan dalam pertemuan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M Tonny Harjono dengan Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati.

Baca juga:

Bandara Kertajati juga akan digunakan sebagai titik pendaratan bagi jemaah haji asal Kabupaten Cirebon. Gelombang pertama jemaah haji asal Kabupaten Cirebon dijadwalkan tiba di Bandara Kertajati pada hari ini, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan RI telah menerima tawaran Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Pesawat Angkut Berat C-130 Hercules se-Asia.

Baca juga:

Di sisi lain, ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI M Sarmuji meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengevaluasi menyeluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca kasus korupsi yang menjerat pimpinan BGN sebelumnya.

Kesimpulan, informasi tentang Bandara Kertajati yang dijadikan milik militer AS adalah hoaks dan tidak benar. Bandara Kertajati akan digunakan sebagai titik pendaratan bagi jemaah haji asal Kabupaten Cirebon dan telah menjadi sorotan karena rencana pengembangan sebagai pusat MRO Pesawat Angkut Berat C-130 Hercules se-Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *