PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 Juli 2026 | Beberapa insiden ledakan dahsyat terjadi di berbagai lokasi, mulai dari kebakaran pasar hingga insiden di proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Salah satu insiden terjadi di Pasar Modern BSB, Kota Semarang, yang disebabkan oleh ledakan gas elpiji di sebuah warung soto.
Menurut Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, api berasal dari warung soto yang berada di dalam pasar. Gas elpiji di warung itu meledak dan menyebabkan api berkobar. Api juga sempat menjalar ke bagian atas bangunan yang menggunakan material jenis glasswool yang mudah terbakar.
Insiden lain terjadi di Grand Polonia, Kota Medan, yang disebabkan oleh akumulasi gas metana yang bocor dan terperangkap di dalam bangunan. Ledakan ini mengakibatkan tujuh korban, terdiri atas empat orang selamat dan tiga orang meninggal dunia.
Selain itu, terowongan yang sedang dibangun untuk proyek PLTA di India juga meledak, mengakibatkan 25 pekerja tewas. Ledakan ini diduga disebabkan oleh kebocoran gas yang mudah terbakar.
Perusahaan teknologi, Meta, juga memutuskan keluar dari komitmen energi bersih 100% yang diinisiasi Climate Group. Langkah ini diambil karena meningkatnya kebutuhan listrik untuk mendukung ekspansi kecerdasan buatan (AI).
Kebutuhan listrik industri AI memang meningkat sangat pesat. Pelatihan dan pengoperasian model AI modern membutuhkan ribuan hingga jutaan chip berperforma tinggi yang harus beroperasi tanpa henti di pusat data berskala besar.
Dalam insiden-insiden tersebut, ledakan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebocoran gas hingga kesalahan manusia. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian dalam menghadapi situasi yang berpotensi mengakibatkan ledakan.
