PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Juli 2026 | Pada tanggal 11 April 1952, pesawat Clipper Endeavor milik Pan American Airways mengalami kecelakaan sesaat setelah lepas landas dari Puerto Rico. Kecelakaan ini menewaskan 52 orang dan mengubah sejarah keselamatan penerbangan dunia.
Pesawat Clipper Endeavor yang merupakan pesawat Douglas DC-4 lepas landas dari Puerto Rico menuju New York, Amerika Serikat. Namun, hanya beberapa saat setelah mengudara, kedua mesin di sisi kanan pesawat mengalami kerusakan. Kondisi ini memaksa pilot melakukan pendaratan darurat di permukaan laut di perairan Puerto Rico.
Semua penumpang dan awak kabin sebenarnya berhasil selamat dari benturan saat pesawat menyentuh air. Sayangnya, situasi berubah menjadi kacau ketika pesawat mulai tenggelam hanya dalam waktu kurang dari tiga menit. Banyak penumpang yang tidak bisa menemukan jaket pelampung dan rakit penyelamat, sehingga mereka tenggelam bersama pesawat.
Kecelakaan ini menyebabkan reformasi besar-besaran dalam keselamatan penerbangan. Civil Aeronautics Board, sebuah lembaga yang merupakan cikal bakal Federal Aviation Administration (FAA) saat ini, memutuskan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya briefings keselamatan sebelum penerbangan. Sejak itu, semua maskapai penerbangan diwajibkan untuk melakukan briefings keselamatan sebelum penerbangan.
Selama lebih dari 70 tahun, lokasi pasti bangkai pesawat Clipper Endeavor tidak pernah diketahui. Namun, baru-baru ini, tim peneliti menemukan puing-puing pesawat di dasar laut. Penemuan ini memungkinkan kita untuk mengungkap kembali kisah tragedi yang telah terlupakan oleh publik.
Kisah kecelakaan Clipper Endeavor merupakan contoh bahwa keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas. Kecelakaan ini telah mengubah sejarah keselamatan penerbangan dan menyelamatkan banyak nyawa. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan keselamatan penerbangan dan menghormati korban kecelakaan ini.
