PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 Juni 2026 | Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri secara virtual penyelenggaraan peringatan akbar Hari Guru (HG) ke-109 sekaligus Hari Silsilah ke-35 Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah Maulana Sayyidi Syaikh Prof Dr Kadirun Yahya Muhammad Amin, di Surau Qutubul Amin, Arco, Depok.
Menag menilai peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga mencerminkan peran penting tarekat dalam menjaga nilai keagamaan, pendidikan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Menag menyampaikan apresiasinya ini lewat videotapping yang ditampilkan di videotron ukuran besar 10 meter x 4,5 meter. Menag melakukan itu, karena berhalangan untuk bisa bertatap muka langsung dengan ribuan jamaah tarekat bermursyid ke 35 di pusat majelis di Surau Qutubul Amin, Arco.
Hari Guru atau Hari Silsilah yang tiap tahun oleh Yayasan Surau Qutubul Amin (SQA) diselenggarakan tepat hari kelahiran Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya. Berlangsung sejak Pukul 07.00 hingga Ashar di Pendopo Agung SQA. Dirangkai kegiatan ziarah akbar seluruh jamaah antara Pukul 10.30 sampai 14.30 WIB.
Pembina Yayasan SQA, Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya, isteri terkasih Almaghfurlah profesor yang anak muridnya melazimkan menyebut Ayahanda Guru, juga hadir di hadapan massa jamaah yang datang dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia. Bahkan, ada yang dari Eropa, yakni Swiss.
Menteri Koodinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar hadir bersama para murid tarikat dari kalangan pejabat pemerintahan lainnya.
Menag menegaskan peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang dan meneladani sosok Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya sebagai ulama besar, akademisi, dan Mursyid kharismatik.
Menag menambahkan almarhum membuktikan kecintaan kepada Allah dan kedalaman spiritual tidak menghalangi kiprah seseorang berkontribusi pada negara, ilmu pengetahuan, keluarga, serta menjadi lentera penerang bagi akal dan budi pekerti manusia di era modern yang penuh tantangan.
Peranan tarekat Naqsyabandiyah yang berpusat pada dzikrullah diharapkan mampu menjadi penawar, benteng pertahanan umat, sebagai sarana tazkiyatul nafs, dan membangun kesalehan individual, sekaligus memperkuat kesalehan sosial.
Tarekat telah tumbuh secara historis menjadi pilar penjaga moral bangsa, penyebar Islam yang Rahmatan lil Alamin, serta elemen perekat persatuan dan kesatuan negara.
Pemerintah melalui Kementerian Agama mengajak seluruh jemaah Naqsyabandiyah untuk terus mendoakan bangsa Indonesia agar semakin damai dan sejahtera di dalam lindungan Allah.
Mari kita teruskan semangat perjuangan Ayahanda Guru kita, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga di dalam pengabdian kepada masyarakat, keluarga, dan negara.
Menag berharap peringatan Hari Silsilah ini menjadi momen peningkatan kualitas ibadah kita, mempererat tali silaturahmi, dan memberikan keberkahan bagi kita semua.
Ketua Majelis Silaturahmi SQA H Suroso menyampaikan terima kasih atas atensi Menag dan Menko Muhaimin terhadap peringatan akbar tahun ini.
Kami juga sangat mengapresiasi perhatian besar Pak Menko Muhaimin Iskandar dan Pak Menag Nasaruddin Umar terhadap peringatan akbar ini.
Keduanya hadir di momen ini sama-sama dua kali. Namun, Menag saat kali pertama hadir sebagai pembicara seminar HG 100 tahun 2017 yang saat itu masih menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.
Sekarang, Menag Nasaruddin Umar mengajak jemaah tarekat Naqsyabandiyah untuk mendoakan kebaikan bangsa Indonesia.
