Demo Mahasiswa Papua: Puluhan Terdakwa Ditangkap, Sekolah Diliburkan Usai Aksi Ricuh di Jayapura

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua melancarkan aksi demo di berbagai titik strategis Kota Jayapura pada Senin, 27 April 2026. Demonstrasi ini dipicu oleh dugaan militerisme berlebihan yang dianggap menimbulkan korban sipil di wilayah tersebut. Massa aksi berawal dari Expo Waena, Perumnas Tiga, Lingkaran Abe, serta kampus Universitas Cenderawasih, kemudian berlanjut menjadi long march menuju pusat kota.

Ketika massa berusaha menyusul ke Lingkaran Abepura, aparat kepolisian menegakkan larangan karena dinilai mengganggu ketertiban umum. Penolakan tersebut memicu bentrokan; sejumlah mahasiswa melempar batu ke arah petugas yang berusaha membubarkan massa. Sebagai respons, aparat menggunakan meriam air dan gas air mata untuk memaksa pembubaran. Insiden ini berujung pada penangkapan puluhan mahasiswa, yang kemudian diproses oleh kepolisian setempat.

Baca juga:

Di sisi lain, kelompok mahasiswa yang berhasil mencapai Universitas Cenderawasih tetap melanjutkan orasi menentang kebijakan militer. Mereka menuntut transparansi atas kasus-kasus kekerasan yang menimpa warga sipil di Papua dan menegaskan bahwa demonstrasi tetap damai bila tidak dipicu anarkis. Aksi serentak juga dilaksanakan di Nabire dan Wamena, menegaskan bahwa keresahan mahasiswa tidak terbatas pada satu kota saja.

Menanggapi situasi yang memanas, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengeluarkan kebijakan mendadak untuk meliburkan semua sekolah di kota tersebut. Keputusan ini diambil agar anak-anak tidak terjebak di tengah kerusuhan. “Seluruh anak sekolah harus diliburkan karena ketika demo terjadi dan ada anak sekolah yang terjebak dengan situasi demo. Jadi saya sudah instruksikan kepada kepala dinas untuk meminta sekolah di Kota Jayapura diliburkan dan belajar online dari rumah,” ujar Abisai dalam konferensi pers.

Baca juga:

Wali Kota juga menegaskan bahwa aksi demo harus tetap dalam batas hukum. Ia memperingatkan bahwa apabila terjadi tindakan anarkis, aparat gabungan TNI‑Polri akan mengambil langkah tegas untuk membubarkan massa. “Bagi yang mau demo silakan, tapi jangan anarkis karena kota ini milik kita bersama. Saya kira aparat keamanan TNI‑Polri sudah menyiapkan pengamanan, jadi kalau ada tindakan anarkis dibubarkan saja,” tegasnya.

Polri setempat melaporkan bahwa sebanyak tiga puluh enam mahasiswa telah ditahan pada hari itu. Mereka akan menjalani proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara itu, aparat TNI yang dikerahkan membantu pengamanan tetap berada di pos-pos strategis untuk mencegah penyebaran kekerasan lebih lanjut.

Baca juga:

Pengaruh demo ini terasa luas, tidak hanya pada sektor pendidikan tetapi juga pada aktivitas ekonomi harian warga. Pedagang di sekitar Expo Waena melaporkan penurunan penjualan akibat alur lalu lintas yang terganggu. Pemerintah daerah berupaya menenangkan situasi dengan mengadakan dialog terbuka antara perwakilan mahasiswa, aparat keamanan, dan perwakilan pemerintah pusat.

Demo mahasiswa Papua menyoroti ketegangan yang terus memanas di wilayah timur Indonesia. Masyarakat sipil menuntut akuntabilitas dan penegakan hak asasi manusia, sementara pemerintah berupaya menjaga stabilitas keamanan. Kejadian ini menjadi indikator penting bagi kebijakan masa depan terkait penanganan konflik di Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *