Pemerintah Luncurkan Portal Perlinsos untuk Mempermudah Pendaftaran Bansos

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Juli 2026 | Pemerintah meluncurkan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai sistem bantuan sosial terintegrasi pertama di Indonesia. Langkah ini diambil untuk meningkatkan akurasi data penerima sekaligus mempercepat proses pendaftaran bansos. Setiap tahun, anggaran lebih dari Rp500 triliun dialokasikan untuk program perlindungan sosial.

Melalui sistem baru ini, masyarakat bisa mengajukan bantuan secara mandiri dengan alur yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Di wilayah Kabupaten Bogor, Desa Bojonggede terpilih menjadi lokasi pertama yang menerapkan uji coba sistem ini.

Baca juga:

Perlinsos tersebut diuji cobakan langsung sebagai proyek percontohan (pilot project), beberapa waktu lalu. Sebanyak 200 orang warga Desa Bojonggede dihadirkan untuk dilayani agar data mereka masuk ke dalam aplikasi Perlinsos.

Ketua Tim Pengelolaan Data Kemiskinan Daerah Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Ferry Ando, menjelaskan bahwa kegiatan di Bojonggede menyasar masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Penerima bansos yang sudah terdaftar ini dikumpulkan kembali untuk menjalani proses verifikasi ulang.

Untuk mempermudah pendaftaran bansos, masyarakat juga dapat menggunakan cara cek desil untuk mengetahui apakah mereka berhak menerima bantuan sosial. Desil merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

Baca juga:

Pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai Triwulan I tahun 2026 melakukan pembaruan kriteria desil penerima bantuan sosial. Langkah ini diambil untuk memperbaiki ketepatan data sekaligus memastikan bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Di samping itu, pemerintah juga meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperbaiki rumah mereka. Program ini ditargetkan untuk memperbaiki 400.000 rumah tidak layak huni pada tahun 2026.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan program tersebut menyasar 15.000 rumah tidak layak huni di daerah perbatasan. Pemerintah juga mengoordinasikan usulan sasaran program BSPS dari seluruh daerah agar penyalurannya tepat sasaran.

Baca juga:

Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat dipengaruhi oleh Siklon Tropis Bavi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa wilayah Jawa Tengah, termasuk Brebes, akan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.

BMKG juga memperkirakan bahwa potensi hujan ringan hingga sedang tetap perlu diwaspadai, terutama pada siang hingga malam hari. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

Kesimpulan, pemerintah terus berupaya untuk mempermudah pendaftaran bansos dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan meluncurkan Portal Perlinsos dan program BSPS, diharapkan bantuan sosial dapat disalurkan dengan lebih efektif dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *