Pemerintah Perketat Akurasi Penyaluran Bansos 2026 dengan Menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Juli 2026 | Pemerintah telah memperketat akurasi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk periode 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan jaring pengaman sosial tepat sasaran dan meminimalisasi potensi masalah yang kerap terjadi di daerah.

Dalam skema terbaru ini, pemerintah menetapkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama. Penggunaan basis data tunggal ini diharapkan dapat mengikis potensi salah sasaran yang selama ini menjadi persoalan berulang.

Baca juga:

Melalui mekanisme anyar ini, tingkat perekonomian masyarakat dipetakan secara terstruktur ke dalam 10 kelompok atau desil. Pengelompokan tersebut membagi kondisi ekonomi warga secara presisi, mulai dari kelompok yang paling rentan hingga yang paling mandiri.

Indikator desil terendah merepresentasikan kelompok masyarakat paling rentan yang diprioritaskan menerima bantuan pangan hingga modal usaha. Sebaliknya, kelompok dengan angka desil tertinggi dikategorikan sebagai masyarakat mampu yang tidak lagi memenuhi kriteria penerima bansos.

Dengan pemetaan yang jauh lebih tertata ini, potensi tumpang tindih data dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan transparansi anggaran jaminan sosial. Seluruh populasi dibagi ke dalam 10 tingkatan struktur ekonomi berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

Makin kecil angka indeks desil yang dimiliki seseorang, makin rendah pula tingkat kesejahteraan ekonominya. Rincian klasifikasi pembagian desil di dalam sistem DTSEN adalah sebagai berikut: Desil 1: Sangat miskin (10 persen populasi terbawah)

Desil 2: Miskin (10 persen populasi di atas desil 1)

Desil 3: Hampir miskin (10 persen populasi di atas desil 2)

Baca juga:

Desil 4: Rentan miskin (10 persen populasi di atas desil 3)

Desil 5: Rentan tidak miskin (10 persen populasi di atas desil 4)

Desil 6: Tidak miskin (10 persen populasi di atas desil 5)

Desil 7: Tidak miskin (10 persen populasi di atas desil 6)

Desil 8: Tidak miskin (10 persen populasi di atas desil 7)

Desil 9: Tidak miskin (10 persen populasi di atas desil 8)

Baca juga:

Desil 10: Tidak miskin (10 persen populasi di atas desil 9)

Pemerintah juga menyediakan layanan untuk memudahkan masyarakat mengecek status desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui handphone (HP). Informasi ini penting diketahui karena desil menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan calon penerima berbagai program bantuan sosial (bansos), termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penyaluran bansos triwulan III yang mencakup periode Juli-September 2026 dan mulai dilakukan pada 20 Juli 2026. Penyaluran bantuan tersebut menggunakan data terbaru yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memperketat akurasi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk periode 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan jaring pengaman sosial tepat sasaran dan meminimalisasi potensi masalah yang kerap terjadi di daerah.

Kesimpulan, pemerintah telah memperketat akurasi penyaluran bansos 2026 dengan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama. Penggunaan basis data tunggal ini diharapkan dapat mengikis potensi salah sasaran yang selama ini menjadi persoalan berulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *