Ahmad Sahroni Serahkan Seluruh Gaji dan Tunjangan DPR ke Kitabisa, Janji Rp 67,7 Juta per Bulan hingga 2029

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni (NasDem), resmi mengumumkan bahwa ia akan menyalurkan seluruh gaji dan tunjangan yang diterima sebagai anggota legislatif kepada masyarakat melalui platform donasi Kitabisa.com. Pengumuman tersebut disampaikan pada konferensi pers di Kantor DPR pada Senin (13/4) dan menegaskan komitmen politikus tersebut untuk mendukung program sosial hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2029.

Menurut data yang tertera di laman resmi Kitabisa, total donasi bulanan yang akan disalurkan oleh Sahroni mencapai Rp 67.720.950. Angka ini mencakup gaji pokok, tunjangan jabatan, serta tunjangan lain yang biasanya diterima oleh anggota DPR. Sahroni menegaskan bahwa tidak ada satu rupiah pun yang ia ambil untuk kepentingan pribadi selama masa jabatan.

Baca juga:

“Betul, itu gaji dan tunjangan saya, sudah mulai didonasikan per bulan ini. Semuanya saya salurkan melalui Kitabisa biar transparan, supaya bisa bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” kata Sahroni kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa mekanisme penyaluran dana akan dikelola sepenuhnya oleh tim Kitabisa, sehingga dapat dipantau secara publik.

Komitmen tersebut merupakan realisasi dari janji kampanye Sahroni yang menekankan pentingnya akuntabilitas publik dan pengabdian kepada konstituen. Sebelumnya, ia pernah menyatakan bahwa semua pendapatan yang berasal dari jabatan legislatif akan dialokasikan untuk program sosial, terutama di daerah pemilihannya.

Berbagai organisasi masyarakat dan aktivis menilai langkah ini sebagai contoh positif dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. “Donasi penuh gaji anggota DPR seperti yang dilakukan oleh Sahroni dapat menjadi standar baru bagi politisi lain,” ujar Rini Wulandari, ketua Lembaga Pengawas Transparansi (LPT). “Jika transparansi ini dapat dipertahankan, maka akan mengurangi persepsi korupsi di kalangan publik.”

Baca juga:

Namun, tidak semua pihak menyambut dengan tanpa kritik. Beberapa analis politik memperingatkan bahwa keberlanjutan donasi tersebut bergantung pada kondisi keuangan pribadi dan dinamika politik internal partai. “Langkah ini patut diapresiasi, tetapi penting untuk memastikan bahwa alokasi dana memang sampai kepada sasaran yang tepat dan tidak menjadi alat politik kampanye selanjutnya,” kata Andi Prasetyo, pengamat politik dari Institut Riset Nasional.

Kitabisa, sebagai platform donasi daring terbesar di Indonesia, menyatakan bahwa mereka akan menyiapkan laporan bulanan yang dapat diakses publik. Laporan tersebut akan memuat rincian penerima manfaat, jenis program yang didanai, serta verifikasi penggunaan dana. “Kami berkomitmen untuk memberikan transparansi total, mulai dari sumber dana hingga dampak sosial yang dihasilkan,” ujar perwakilan Kitabisa, Dwi Lestari.

Sejauh ini, Sahroni belum mengumumkan program spesifik yang akan didanai dengan donasi bulanan tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa prioritas utama akan diarahkan kepada bantuan pendidikan, kesehatan, dan program pemberdayaan ekonomi di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, dimana ia memiliki basis pemilih yang kuat.

Baca juga:

Langkah Sahroni juga menimbulkan pertanyaan mengenai kebijakan internal DPR terkait pengelolaan gaji dan tunjangan anggota. Beberapa anggota DPR lainnya telah menanggapi inisiatif ini dengan antusias, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai pilihan pribadi yang tidak harus menjadi norma.

Secara keseluruhan, inisiatif donasi penuh gaji dan tunjangan oleh Ahmad Sahroni menjadi sorotan utama dalam lanskap politik Indonesia tahun 2026. Jika berhasil dipertahankan hingga akhir masa jabatan pada 2029, langkah ini dapat menjadi contoh konkret bagi peningkatan transparansi dan akuntabilitas pejabat publik.

Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kemampuan Kitabisa dalam mengelola dan menyalurkan dana secara tepat sasaran, serta pada dukungan masyarakat untuk terus memantau penggunaan dana. Jika semua pihak dapat berkolaborasi secara efektif, maka donasi Sahroni berpotensi memberikan dampak signifikan bagi ribuan warga yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *