Prabowo Subianto: Kemitraan Strategis dengan Thailand dan Kabinet Bayangan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Agustus 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menerima kunjungan resmi dari Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah isu strategis, termasuk penguatan kemitraan industri pertahanan dan kerja sama keamanan maritim.

PM Anutin menawarkan 36 unit kendaraan lapis baja amfibi beroda All Terrain Assault Vehicle (ATAV) untuk Korps Marinir TNI. Menurutnya, kendaraan taktis tersebut telah terbukti mendukung operasional Korps Marinir Thailand sehingga diyakini dapat memperkuat kemampuan Korps Marinir TNI dalam menjalankan berbagai misi.

Baca juga:

Selain kerja sama alutsista, Thailand juga mengusulkan peningkatan kemitraan pertahanan melalui latihan militer gabungan yang dilakukan secara rutin, pertukaran informasi strategis, hingga penguatan kerja sama keamanan maritim antara kedua angkatan bersenjata.

Di sisi lain, Prabowo juga menerima tanda kehormatan dari Angkatan Bersenjata Thailand sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya sebagai tokoh militer. Tanda kehormatan tersebut diberikan langsung oleh PM Anutin dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka.

Prabowo juga mengungkapkan kedekatannya dengan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, yang berawal dari kesamaan pengalaman sebagai tentara saat muda. Prabowo menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dan belasungkawa kepada Keluarga Kerajaan Thailand.

Baca juga:

Indonesia dan Thailand sepakat untuk mendukung penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui dialog diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional. Keduanya juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN sebagai fondasi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

Sementara itu, Prabowo juga diawasi oleh Kabinet Bayangan yang dibentuk oleh sejumlah akademisi dan aktivis demokrasi. Kabinet Bayangan ini bertujuan untuk mengawasi kinerja pemerintahan Prabowo dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada publik.

Dalam jangka pendek, Kabinet Bayangan menargetkan diri sebagai pengisi kekosongan oposisi substantif sekaligus menjadi rujukan media dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Sementara dalam jangka menengah, kelompok ini ingin membangun ekosistem teknokrat progresif dan menyiapkan alternatif kebijakan nasional.

Baca juga:

Kesimpulan dari pertemuan antara Prabowo dan Anutin adalah bahwa keduanya memiliki komitmen yang kuat untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Thailand. Kemitraan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kemakmuran masyarakat kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *