PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan hunian layak bagi warga yang selama ini tinggal di kawasan pinggir rel kereta api sekitar Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas permukiman di daerah padat penduduk. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memantau secara langsung progres pembangunan pada Sabtu, 25 April 2026, bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin.
Lokasi proyek berada kira-kira 500 meter dari rel kereta Pasar Senen, area yang sebelumnya dihuni oleh ribuan keluarga dalam kondisi sempit dan tidak layak. Hunian layak yang sedang dibangun mencakup unit-unit tempat tinggal yang dirancang dengan standar keamanan, sirkulasi udara yang baik, serta pencahayaan alami. Setiap unit dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti kamar mandi, dapur, serta ruang keluarga yang memadai.
Selain tempat tinggal, proyek ini juga menyertakan infrastruktur penunjang yang penting bagi kesejahteraan warga. Berikut adalah fasilitas yang direncanakan:
- Tempat Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) terintegrasi
- Akses air bersih melalui jaringan PDAM
- Tempat ibadah multiagama
- Ruang bermain anak dan taman terbuka hijau
- Jalan setapak yang ramah pejalan kaki
Kerja sama lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan percepatan proyek. Kementerian Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia berkoordinasi erat dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PT Kereta Api Indonesia, untuk memastikan alokasi sumber daya, tenaga kerja, dan material berjalan tanpa hambatan. Teddy menekankan bahwa sinergi ini memungkinkan penyelesaian tahapan konstruksi lebih cepat dibandingkan rencana awal.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah melakukan kunjungan lapangan pada 26 Maret 2026, tepat satu bulan sebelum inspeksi Teddy. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat terhadap program penataan permukiman di kawasan pinggir rel. Pada saat itu, Presiden menyampaikan harapan agar hunian layak dapat selesai tepat waktu dan menjadi contoh bagi proyek serupa di kota-kota lain.
Selama inspeksi, Teddy mencatat beberapa pencapaian signifikan. Struktur utama bangunan sudah mencapai 80 persen selesai, instalasi listrik dan pipa air telah terpasang, serta sebagian unit hunian sementara (huntara) sudah siap dihuni sementara warga menunggu unit permanen selesai. Pekerja lapangan dilaporkan bekerja dengan semangat tinggi, didorong oleh motivasi untuk memberikan solusi perumahan yang berkelanjutan bagi komunitas setempat.
Program penataan ini tidak bersifat sementara. Pemerintah menargetkan perluasan proyek ke daerah lain yang memiliki kondisi serupa, seperti kawasan pinggir rel di wilayah Cikarang, Surabaya, dan Medan. Rencana jangka panjang mencakup pembangunan lebih dari 10.000 unit hunian layak dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada penyediaan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah keluarga.
Warga sekitar Pasar Senen menyambut baik percepatan proyek ini. Mereka berharap hunian layak yang baru dapat mengurangi risiko kecelakaan di dekat rel kereta, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka peluang ekonomi baru melalui fasilitas publik yang lebih baik. Pemerintah menegaskan akan terus memantau progres dan menyesuaikan kebijakan bila diperlukan, demi mewujudkan tujuan bersama menciptakan kota yang lebih berdaya saing dan manusiawi.
