Dampak Penghapusan Saham oleh MSCI terhadap Pasar Saham Indonesia

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Mei 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami tekanan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menghapus enam perusahaan Indonesia dari indeks global standar. Keputusan ini diumumkan dalam tinjauan triwulanan MSCI dan berlaku mulai 29 Mei. Perusahaan yang terkena dampak adalah Amman Mineral International, Chandra Asri Pacific, Dian Swastatika Sentosa, Barito Renewables Energy, Petrindo Jaya Kreasi, dan Sumber Alfaria Trijaya.

MSCI juga menghapus 13 perusahaan dari indeks small cap. Sumber Alfaria Trijaya dipindahkan ke indeks small cap MSCI Indonesia. Penghapusan ini dapat memicu penjualan paksa dari dana yang mengikuti indeks pasif karena perusahaan yang dihapus harus dijual untuk memenuhi komposisi indeks yang baru.

Baca juga:

Di antara perusahaan yang terkena dampak, beberapa seperti Chandra Asri Pacific, Barito Renewables, dan Petrindo Jaya Kreasi memiliki hubungan dengan pengusaha besar Prajogo Pangestu, sementara Dian Swastatika Sentosa merupakan bagian dari Sinar Mas Group, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh keluarga Widjaja.

Menurut analisis Kiwoom Sekuritas Indonesia, meskipun penghapusan ini tampak negatif, namun dapat memicu rotasi likuiditas asing ke saham dengan free float dan tata kelola yang lebih sehat, seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan TLKM. Perusahaan-perusahaan ini dinilai memiliki fondasi yang kuat dan potensi untuk menarik investor global.

Baca juga:

Tejanan jual tidak merata dan hanya terkonsentrasi pada beberapa nama tertentu, dengan Dian Swastatika Sentosa dan Barito Renewables Energy menjadi pusat tekanan terbesar. Estimasi aliran modal keluar atau foreign outflow mulai terlihat lebih realistis, jauh di bawah skenario awal yang mengkhawatirkan outflow hingga di atas Rp50 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah seiring dengan pengumuman MSCI, dengan nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS. Faktor-faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan tingginya imbal hasil US Treasury juga memengaruhi sentimen investor.

Baca juga:

Kiwoom Sekuritas merekomendasikan strategi investasi yang hati-hati hingga volatilitas mereda, dengan area support IHSG yang diperkirakan dapat melebar ke rentang 6.745–6.762, dan resistance terdekat berada pada kisaran 6.980–7.015.

Kesimpulan, penghapusan saham oleh MSCI dapat memiliki dampak signifikan terhadap pasar saham Indonesia, namun juga membuka peluang bagi perusahaan dengan fondasi kuat untuk menarik investor global. Investor perlu memantau situasi dengan hati-hati dan menunggu volatilitas mereda sebelum membuat keputusan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *