PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 Juni 2026 | Perekonomian dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar. Salah satu aspek yang paling terkena dampak adalah dividen. Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Namun, dengan meningkatnya biaya hidup dan inflasi, banyak perusahaan yang mulai mempertanyakan kebijakan dividen mereka.
SDCL Efficiency Income Trust, sebuah perusahaan investasi yang berfokus pada energi terbarukan, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pembayaran dividen. Keputusan ini diambil setelah perusahaan tersebut mengalami kerugian besar akibat penurunan nilai aset mereka. Pembayaran dividen yang dihentikan ini akan memungkinkan perusahaan untuk fokus pada pengurangan utang dan pelestarian nilai.
Di sisi lain, bank-bank di Malaysia diprediksi akan mengalami pemulihan pada kuartal kedua tahun 2026. Stabilisasi kondisi pasar, penurunan biaya pendanaan, dan permintaan kredit yang tangguh diharapkan dapat mendukung pertumbuhan laba. Namun, analis tetap waspada terhadap ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang berkelanjutan.
DFA Dimensional US Small Cap ETF (DFAS) juga merupakan salah satu contoh perusahaan yang menghadapi tantangan dalam mempertahankan dividen. Meskipun menawarkan diversifikasi yang luas dan penyesuaian faktor sistematis, DFAS belum dapat mengungguli DFSV dalam hal valuasi, dividend yield, dan pengembalian jangka panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, investor telah semakin memperhatikan pentingnya dividen dalam portofolio mereka. Dividen dapat menyediakan pendapatan tetap dan relatif stabil, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak pasti. Namun, perusahaan juga perlu memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk membayar dividen secara berkelanjutan tanpa mengorbankan pertumbuhan dan investasi jangka panjang.
Secara keseluruhan, dividen dan perekonomian memiliki kaitan yang sangat erat. Perusahaan perlu menyeimbangkan kebutuhan untuk membayar dividen dengan kebutuhan untuk menginvestasikan dalam pertumbuhan dan pengembangan bisnis. Sementara itu, investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti valuasi, dividend yield, dan kemampuan perusahaan untuk membayar dividen secara berkelanjutan saat membuat keputusan investasi.
