PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Juli 2026 | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar Rp607,49 miliar pada semester I-2026. Pencapaian ini merupakan titik balik positif setelah perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp580,01 miliar pada semester yang sama tahun lalu.
Peningkatan kinerja GOTO ditopang oleh pertumbuhan pendapatan di seluruh lini bisnis. Pada akhir Juni 2026, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp10,99 triliun, naik 28,4% dibandingkan dengan Rp8,55 triliun pada semester I-2025.
Kontributor terbesar pendapatan GOTO berasal dari jasa pengiriman, yang menyumbang Rp3,2 triliun dan meningkat 16,5% secara tahunan. Disusul oleh pendapatan imbalan jasa sebesar Rp3,15 triliun, yang tumbuh 14,9%, serta pendapatan pinjaman yang melonjak 65% menjadi Rp2,71 triliun.
Sedangkan biaya layanan e-commerce Tokopedia menghasilkan pendapatan Rp551 miliar, dan pendapatan iklan Rp254 miliar. Adapun pos pendapatan lainnya tumbuh 46,5% menjadi Rp1,13 triliun.
GoTo juga mencatatkan laba usaha Rp782 miliar, berbalik dari rugi usaha Rp172 miliar pada semester I-2025. Dari sisi neraca, kondisi keuangan GOTO juga semakin kuat, dengan total aset meningkat 3,8% dibandingkan Rp47,48 triliun pada akhir 2025.
Perusahaan ini juga mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II-2026, meningkat dari Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Pertumbuhan pendapatan dan disiplin dalam mengelola beban menjadi faktor kunci dalam pencapaian kinerja positif ini.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa kinerja perseroan semakin menunjukkan keseimbangan antara bisnis On-demand Services dan Fintech. “Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya,” katanya.
Salah satu penopang utama kinerja GoTo berasal dari bisnis Fintech melalui GoPay. EBITDA yang disesuaikan dari bisnis Fintech melonjak 447% secara tahunan menjadi Rp481 miliar, bahkan melampaui EBITDA yang disesuaikan dari bisnis On-demand Services sebesar Rp464 miliar.
Pendapatan bersih bisnis Fintech juga meningkat 53% menjadi lebih dari Rp2 triliun. GoTo tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4 triliun, dengan meningkatkan target kinerja bisnis Fintech yang terus mencatatkan kinerja unggul.
GoTo juga mengumumkan rencana untuk menarik kembali sekitar 32 miliar saham treasuri atau setara dengan kurang lebih 2,7% total saham beredar. Dalam melakukan penarikan kembali saham treasuri, GOTO akan mematuhi ketentuan regulator yang berlaku dan meminta persetujuan dari para pemegang saham.
Dalam beberapa waktu terakhir, investor asing juga terus memperlihatkan minatnya pada saham GOTO. Meskipun IHSG mengalami penurunan, investor asing tetap mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp9,16 triliun di pasar modal Indonesia.
Dengan pencapaian laba bersih yang signifikan dan kinerja operasional yang kuat, GoTo memperlihatkan kemampuan untuk terus bersaing dan berkembang di industri teknologi dan e-commerce. Perusahaan ini tetap fokus pada strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Kesimpulan, kinerja GoTo pada semester I-2026 menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan laba bersih yang meningkat dan pendapatan yang tumbuh. Dengan strategi yang tepat dan fokus pada inovasi, GoTo berpotensi terus menjadi pemain utama di industri teknologi dan e-commerce di Indonesia.
