PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juli 2026 | Pasar saham Indonesia tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah anjlok ke level 6.196,43, dengan penurunan sebesar 1,88% pada hari Jumat, 24 Juli 2026. Penyebab utama penurunan ini adalah tekanan jual yang terjadi pada sektor saham yang cukup luas, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Saham BUMI dan CUAN merupakan dua saham yang paling tertekan. Saham BUMI terpangkas 6,56% menjadi Rp 171 per saham, sedangkan saham CUAN turun 7,28% menjadi Rp 700 per saham. Kedua saham ini termasuk dalam indeks LQ45, yang juga mengalami penurunan sebesar 1,97% menjadi 614,78.
Nilai transaksi harian saham juga tidak terlalu tinggi, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 17,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah juga tidak mengalami perubahan signifikan, dengan nilai tukar yang stabil di kisaran 17.953.
Sector saham yang paling tertekan adalah sektor consumer siklikal, yang turun 3,04%. Sektor energi dan basic industry juga mengalami penurunan, dengan turun 2,82% dan 3,02% respectively. Sektor industri dan keuangan juga tergelincir, dengan penurunan 1,47% dan 2%.
Di tengah penurunan IHSG, beberapa saham masih berhasil menguat. Namun, jumlah saham yang menguat tidak cukup untuk mengimbangi jumlah saham yang melemah. Total frekuensi perdagangan saham juga tidak terlalu tinggi, dengan hanya 2.256.725 kali transaksi.
Penurunan IHSG ini juga dipengaruhi oleh Sentimen negatif dari pasar global. Indeks saham Amerika Serikat juga mengalami penurunan, dengan Dow Jones turun 0,97%, S&P 500 terkoreksi 1,21%, dan Nasdaq melemah 2,15%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih rentan terhadap tekanan jual dan sentimen negatif dari pasar global. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.
