PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Mei 2026 | OCBC NISP resmi menandatangani perjanjian untuk mengambil alih seluruh aset dan liabilitas bisnis wealth serta retail banking milik HSBC Indonesia. Transaksi bernilai sekitar Rp 89,8 triliun ini menambah sekitar 336.000 nasabah kelas atas ke dalam portofolio bank asal Singapura.
Kesepakatan mencakup pemindahan portofolio International Wealth and Premier Banking (IWPB) HSBC, yang meliputi simpanan, produk investasi seperti obligasi, reksa dana, asuransi, serta pinjaman ritel kecil. Tanpa memperhitungkan biaya satu kali, nilai total transaksi diperkirakan akan meningkatkan kinerja OCBC NISP setelah penyelesaian, yang diproyeksikan pada kuartal II 2027.
| Jenis Aset | Nilai (Rp Triliun) |
|---|---|
| Investasi (obligasi, reksa dana, asuransi) | 58,2 |
| Simpanan nasabah | 31,6 |
| Small retail loans | 3,6 |
Segmen IWPB HSBC Indonesia melayani lebih dari 336 ribu nasabah yang masing-masing menahan dana minimal Rp 1 miliar. Nasabah tersebut mendapatkan Relationship Manager pribadi, akses layanan global, benefit gaya hidup, serta biaya transaksi yang kompetitif. Dengan akuisisi ini, OCBC NISP tidak hanya menambah basis nasabah affluent, tetapi juga mengintegrasikan layanan wealth management yang bersifat end‑to‑end.
Tan Teck Long, Group CEO OCBC, menyatakan bahwa akuisisi ini selaras dengan strategi “Next Frontier” perusahaan untuk memperkuat franchise di Indonesia. Ia menambahkan bahwa pasar Indonesia merupakan komitmen jangka panjang dan kunci pertumbuhan bagi grup bank tersebut.
Dari sisi keuangan, total AUM yang diakuisisi setara dengan US$5,17 miliar (S$6,6 miliar). Penambahan ini diperkirakan meningkatkan total aset kelolaan OCBC NISP sekitar 25 % dan memperluas saldo kartu kredit lebih dari 150 %. Selain itu, sekitar 1.300 karyawan HSBC Indonesia akan bergabung, memperkuat kapabilitas wealth management OCBC.
Transaksi ini akan dibiayai secara internal oleh OCBC Indonesia, sehingga tidak menimbulkan tekanan signifikan pada neraca modal atau EPS bank. Penilaian akhir akan didasarkan pada nilai bersih aset pada saat penutupan, ditambah premi hingga sekitar S$480 juta, menyesuaikan dengan faktor sinergi yang dapat direalisasikan.
Pemerintah dan otoritas keuangan Indonesia telah memberikan persetujuan prosedural, dengan harapan penyelesaian akhir akan terjadi pada pertengahan 2027. Setelah itu, nasabah HSBC diharapkan dapat menikmati layanan terintegrasi melalui jaringan 26 cabang OCBC NISP serta platform digital yang lebih maju.
Secara keseluruhan, OCBC akuisisi HSBC Indonesia menandai langkah signifikan dalam konsolidasi pasar wealth management Indonesia. Dengan nilai aset Rp 89,8 triliun dan basis nasabah yang kuat, OCBC NISP berada pada posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam layanan perbankan premium di negara dengan populasi ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
