PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juli 2026 | Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menarik perhatian investor setelah JPMorgan menaikkan rating saham dari Underweight menjadi Overweight. Keputusan ini mencerminkan pembalikan pandangan dari analis JPMorgan yang sebelumnya masih memasang rating Underweight atas saham bank pelat merah terbesar di Indonesia itu.
Menurut laporan riset ekuitas JPMorgan, perbaikan kualitas aset (asset quality) di segmen mikro merupakan kunci utama optimisme mereka. BBRI telah memperketat proses underwriting dan memperbaiki penagihan, sehingga menekan biaya kredit mendekati panduan manajemen tahun ini.
Salah satu langkah struktural yang disorot adalah pengurangan beban kerja petugas kredit mikro. BRI telah menurunkan rasio jumlah debitur mikro per petugas menjadi 456 debitur, dari sebelumnya 528 debitur pada 2022, dan berencana menekannya lebih jauh mendekati 400 debitur per petugas.
Perbaikan arus kas nasabah akar rumput juga dikaitkan dengan program-program pemerintah. Efek rembesan dari program makan bergizi gratis serta pembentukan koperasi disebut turut membantu arus kas di level bawah piramida ekonomi, yakni basis nasabah inti BRI.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak awal Juli 2026. Di awal pekan ini, Senin (20/7/2026), IHSG berhasil mengakhiri pergerakan dengan menguat 48,94 poin atau 0,79 persen ke 6.224,48.
Pagi tadi, Rabu (22/7), IHSG menguat 25,99 poin atau 0,41 persen ke 6.366,01. Meski di penutupan perdagangan sesi I hari ini IHSG melemah 24,47 poin atau 0,39 persen ke level 6.315,55, dalam 1 bulan terakhir terjadi perbaikan, di mana IHSG menguat 98,5 poin atau 1,58 persen.
Menurut pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, pemulihan IHSG didorong oleh kebangkitan saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BBNI, saham konglomerasi, dan saham sektor energi.
Selain itu, mulai meningkatnya volume transaksi dan rotasi sektor menjelang musim publikasi laporan keuangan kuartal II-2026 menjadi indikasi bahwa minat investor terhadap pasar saham domestik perlahan kembali pulih.
Sentimen positif terhadap IHSG juga tercermin dari perubahan arus dana investor asing. Setelah berbulan-bulan terus melakukan aksi jual, investor asing akhirnya mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sepekan kemarin (13-17 Juli 2026), senilai Rp442,05 miliar.
Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan net sell Rp90 triliun. Namun, kondisi tersebut layak menjadi perhatian. Sebab, dalam banyak siklus pasar sebelumnya, perubahan tren arus dana asing umumnya diawali oleh akumulasi bertahap, sebelum berkembang menjadi pembelian dalam skala yang lebih besar.
Dalam rekomendasi saham hari ini, beberapa analis memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA).
Kesimpulan, saham BBRI membangkitkan optimisme di tengah tekanan makroekonomi. Dengan perbaikan kualitas aset dan efek positif dari program pemerintah, BBRI berpotensi menjadi salah satu saham yang menarik untuk investor. Sementara itu, IHSG menunjukkan tanda-tanda pemulihan, didorong oleh kebangkitan saham perbankan besar dan meningkatnya minat investor.
