PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 Juli 2026 | Saham emiten perbankan terutama big banks kompak melemah menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada hari ini, Rabu (22/7/2026). Saham bank-bank berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), hingga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kompak melemah pada perdagangan sesi pertama di siang ini.
Harga saham BBCA turun paling dalam sebesar 1,53% ke level Rp 6.425 per saham. Adapun pada pembukaan perdagangan, sahamnya di buka di level Rp 6.525 per saham. Saham BMRI susut 1,12% ke level Rp 4.430 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya sempat dibuka menguat di level Rp 4.490 per saham.
Harga saham bank pelat merah berikutnya yakni BBNI yang turun 40 poin atau 1,10% ke level Rp 3.580 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya terlihat menguat di level Rp 3.640. Kemudian, saham BBRI terpantau berada pada level Rp 3.040 susut 30 poin atau 0,98%. BBRI sempat dibuka menguat di level Rp 3.080 pada perdagangan hari ini.
Bank Indonesia (BI) diproyeksi kembali mengerek suku bunga acuan atawa BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21 – 22 Juli 2026. Mirae Asset Sekuritas menyebut, kenaikan suku bunga acuan tersebut digunakan untuk menstabilkan nilai tukar. Analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, tingkat suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama menjadi kenyataan, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun belum sepenuhnya disesuaikan.
Menurutnya, kombinasi kebijakan telah bergeser secara tegas ke arah yang disebut kebijakan moneter ketat dan kurva terarah. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,74 persen karena ditopang aksi beli bersih investor asing sebesar Rp360 miliar. BNI Sekuritas menyatakan IHSG berhasil keluar dari konsolidasi dan menembus level resistance kuat di kisaran 6.300 hingga 6.320.
Pergerakan positif IHSG turut didukung oleh penguatan bursa global seperti Wall Street dan mayoritas bursa Asia pada Selasa. Akumulasi pembelian oleh pemodal asing tersebut difokuskan pada saham-saham unggulan, di antaranya ANTM, PTRO, BMRI, BBRI, dan BREN. Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, menyoroti posisi teknikal IHSG yang saat ini telah berhasil keluar dari fase konsolidasi dan menembus area batas atas (resistance) penting.
Secara teknikal, IHSG sudah berhasil breakout di atas level resistance kuatnya di kisaran 6.300 hingga 6.320. Apabila indeks mampu bertahan teguh di atas level 6.300, IHSG memiliki potensi yang terbuka lebar untuk melanjutkan penguatan menuju rentang 6.700 hingga 6.850 dalam jangka menengah (middle term). Kendati demikian, kehati-hatian tetap diperlukan.
Jika IHSG gagal bertahan dan kembali terkoreksi menembus ke bawah level 6.300, terdapat potensi pelemahan lanjutan yang bisa membawa indeks kembali ke kisaran level 6.000-an. Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di level 6.230 hingga 6.300, sedangkan area resistance diproyeksikan berada di rentang 6.380 hingga 6.470.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperkuat pengelolaan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung transformasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai inisiatif pengembangan talenta yang terintegrasi, yang turut memperkuat posisi perusahaan dalam menerapkan praktik pengelolaan SDM yang adaptif dan berkelanjutan.
Adapun hingga pengunjung 2025, Bank Mandiri memiliki 38.732 pegawai dengan keterwakilan perempuan mencapai 52 persen dan laki-laki sebesar 48 persen. Komposisi tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung pengembangan talenta secara setara, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing organisasi secara berkelanjutan.
Senior Vice President HC Strategy & Talent Management Bank Mandiri, Handi Kurniawan, mengatakan talenta yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global merupakan fondasi penting dalam menciptakan nilai tambah bagi nasabah, masyarakat, dan Indonesia. Karena itu, Bank Mandiri terus menghadirkan pengalaman bekerja yang mendukung kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta pertumbuhan karier pegawai secara berkelanjutan.
Dalam mendukung hal tersebut, Bank Mandiri menghadirkan berbagai inisiatif yang mencakup dukungan kepemilikan rumah dan kendaraan, fasilitas kesehatan, serta beragam program lainnya yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup pegawai. Pada saat yang sama, Bank Mandiri juga membuka berbagai peluang pengembangan diri melalui pendidikan lanjutan, termasuk program beasiswa magister, peningkatan keterpaparan global, yang memungkinkan pegawai memperluas wawasan, pengalaman, dan jejaring profesional.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga menerapkan pendekatan proaktif dalam menjaring SDM unggul melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Tanah Air. Inisiatif ini dilakukan secara berkala guna memperluas akses terhadap talenta muda yang memiliki potensi untuk berkembang bersama perseroan.
Kesimpulan, saham big banks melemah jelang pengumuman RDG BI. Namun, IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan menuju rentang 6.700 hingga 6.850 dalam jangka menengah. Sementara itu, Bank Mandiri terus memperkuat pengelolaan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung transformasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
