PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini periode 18—22 Mei 2026 mengalami penurunan yang signifikan. IHSG anjlok 8,35 persen, ditutup di level 6.162,045, dan membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut sekitar Rp1.190 triliun.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu menjadi top losers dengan penurunan terdalam mencapai 53,49 persen ke harga Rp2.000 per saham. Sementara itu, saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan tertinggi sebesar 29,36 persen menjadi Rp141 per saham.
Beberapa saham lain yang mengalami penurunan signifikan adalah PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA) yang terkoreksi 50,20 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencatat koreksi 47,34 persen, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang mencatat koreksi sebesar 39,41 persen.
Menurut analis, volatilitas pasar pekan ini tetap tinggi, terutama pada sesi closing auction yang biasanya menjadi titik utama penyesuaian portofolio passive funds global. Fokus pasar juga tertuju pada implementasi MSCI rebalancing menjelang tanggal efektif 29 Mei 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan faktor teknikal dan mekanisme global rebalancing dibandingkan dengan deteriorasi fundamental ekonomi domestik secara struktural. Dengan pertumbuhan PDB Indonesia kuartal I-2026 yang tetap solid di level 5,61%, pasar domestik sebenarnya masih memiliki fondasi fundamental yang cukup resilien.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa pasar saham Indonesia masih mengalami volatilitas yang tinggi, namun masih memiliki potensi untuk pulih dalam jangka panjang. Investor harus tetap disiplin dalam mengelola risiko dan posisi trading untuk menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.
