Bank Indonesia: Neraca Dagang RI Defisit, tapi Ketahanan Eksternal Terjaga

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Juli 2026 | Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas, sementara neraca perdagangan nonmigas masih mencatatkan surplus sebesar USD 2,15 miliar.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, defisit neraca perdagangan migas meningkat menjadi USD 3,76 miliar pada Mei 2026. Namun, kinerja perdagangan nonmigas masih menunjukkan ketahanan, dengan surplus sebesar USD 2,15 miliar pada Mei 2026.

Baca juga:

BI juga melaporkan bahwa harga beras kualitas bawah I naik Rp 50 menjadi Rp 17.400 per kg, dan harga beras kualitas medium I naik 50 menjadi Rp 16.350 per kg. Selain itu, harga daging sapi kualitas I naik Rp 400 menjadi Rp 150.250 per kg, dan harga bawang putih ukuran sedang naik Rp 400 menjadi Rp 44.050 per kg.

Di sisi lain, PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperkuat pendekatan sebagai One Financial Group dengan mengoptimalkan sinergi dan layanan untuk menghadirkan solusi keuangan yang holistik dan relevan bagi semua segmen nasabah.

Baca juga:

PT Central Asia Tbk juga menempatkan diri sebagai emiten terunggul di ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 untuk kategori bank swasta dengan aset di atas Rp100 triliun.

Kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa Bank Indonesia tetap optimis bahwa ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga, meskipun neraca perdagangan mengalami defisit. Selain itu, perbankan di Indonesia terus berinovasi untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih menyeluruh dan relevan bagi nasabah.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *