BI-Pemerintah Janji Bikin Yield Investasi RI Menarik, Sinyal BI Rate Naik Lagi?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal dengan menyiapkan instrumen investasi yang lebih menarik bagi investor. Langkah ini diambil untuk mendorong masuknya kembali aliran modal asing sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penguatan koordinasi fiskal dan moneter saat ini difokuskan pada upaya stabilisasi rupiah di tengah ketidakpastian global dan masih tingginya suku bunga di sejumlah negara maju yang memicu arus keluar modal dari pasar keuangan domestik.

Baca juga:

BI dan pemerintah telah menyepakati langkah bersama untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen investasi domestik agar aliran dana asing kembali masuk ke Indonesia dalam jumlah lebih besar. Selain itu, langkah lain yang dilakukan yakni dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.

Sementara itu, Reserve Bank of India (RBI) juga mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. RBI memutuskan untuk mempertahankan repo rate pada 5,25% dan mempertahankan stance netral. RBI juga menurunkan proyeksi pertumbuhan GDP India untuk tahun fiskal 2026-2027 menjadi 6,6% dari sebelumnya 6,9%.

Baca juga:

Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham global juga mengalami penurunan. Pasar saham AS mengalami penurunan setelah data tenaga kerja yang kuat, yang menunjukkan bahwa perekonomian AS masih tumbuh kuat. Hal ini membuat investor khawatir bahwa Bank Sentral AS (Fed) akan meningkatkan suku bunga lagi.

Dalam beberapa minggu terakhir, ketidakpastian global telah meningkat, yang memicu arus keluar modal dari pasar keuangan domestik. Namun, pemerintah dan BI berjanji untuk memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:

Kesimpulan, BI dan pemerintah berjanji untuk memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, RBI juga mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya, yang mempertahankan repo rate pada 5,25% dan mempertahankan stance netral. Pasar saham global juga mengalami penurunan setelah data tenaga kerja yang kuat di AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *