Dampak FOMC terhadap Bitcoin dan Minyak: Apa yang Terjadi di H2 2026?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Juli 2026 | Pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) yang diadakan pada 17 Juni 2026 membawa kejutan bagi pasar keuangan. Dari 18 anggota FOMC, 9 di antaranya memproyeksikan kenaikan suku bunga pada tahun 2026. Ini merupakan sinyal yang cukup hawkish dan berdampak pada nilai bitcoin dan minyak.

Bitcoin, yang sensitif terhadap kebijakan moneter Federal Reserve, mengalami penurunan setelah pertemuan FOMC. Namun, harga bitcoin masih berada di sekitar $63.000, meskipun mengalami fluktuasi. Sementara itu, minyak mentah juga mengalami penurunan setelah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, yang meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca juga:

Perusahaan seperti GoCharting, yang menyediakan platform charting multi-asset, mengumumkan investasi pertumbuhan dari Long Ridge Equity Partners. Ini menandakan perkembangan positif dalam industri teknologi keuangan. Di sisi lain, Michael Saylor, CEO MicroStrategy, menjual 3.588 bitcoin untuk membiayai dividen STRC, menunjukkan strategi yang berbeda dalam mengelola aset kripto.

Baca juga:

Dalam beberapa minggu mendatang, perhatian akan difokuskan pada data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis pada 14 Juli, diikuti oleh pengumuman laba Q2 dari JPMorgan dan Goldman Sachs. Ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang arah pasar keuangan dan dampaknya terhadap aset kripto seperti bitcoin.

Baca juga:

Kesimpulan dari berbagai peristiwa ini menunjukkan bahwa pasar keuangan sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter, geopolitik, dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau dan menganalisis situasi pasar untuk membuat keputusan yang tepat dalam investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *